Wow.. Batu Giok Asli Rp200 Miliar Ada di Rumah Ketua Dewan

Para warga mengerumuni batu giok raksasa ditemukan di Nagan Raya, Aceh. (Foto: Agus Setyadi/detikcom)
Para warga mengerumuni batu giok raksasa ditemukan di Nagan Raya, Aceh. (Foto: Agus Setyadi/detikcom)
Para warga mengerumuni batu giok raksasa yang ditemukan di Nagan Raya, Aceh

POJOKSATU – Batu giok asli 20 ton di Nangroe Aceh Darussalam (NAD) akhirnya dibelah. Batu giok senilai Rp200 miliar
itu ditemukan di kawasan hutan lindung di Desa Pante Ara, Kecamatan Beutong Ateuh dan kini masih dijaga oleh aparat kepolisian. Lima ton sudah dibawa dan disimpan di rumah dinas ketua DPRK di Suka Makmue.

Kepala Dinas Pertambangandan Energi Kabupaten Nagan Raya, Samsul Kamal mengatakan, batu giok tersebut disimpan di rumah dinas ketua DPRK karena belum ada tempat yang cocok untuk menyimpan batu tersebut. “Rumah dinas Ketua DPRK tidak ditinggali, makanya kita simpan dulu di sana,” ujar Samsul.

Pembelahan batu giok yang diperkirakan bernilai Rp200 miliar itu mulai dibedah sejak Sabtu (21/2) lalu. Hingga Rabu (25/2), diperkirakan baru seperempat bagian bongkahan yang berhasil dibelah. Belahan itu cepat-cepat dibawa ke rumah dinas ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Nagan Raya di Suka Makmue untuk diamankan. Sedangkan, sisanya masih di lokasi.

Walau baru lima hari, menurut Kadistamben Nagan Raya Samsul Kamal, biaya pembelahan sudah mencapai Rp125 juta. Maklum, pemerintah mesti mengupah warga.


“Rp15 ribu per kilogram (kg) untuk ongkos belah dan Rp 10 ribu per kg untuk ongkos angkat, sampai bisa diangkut mobil. Sebanyak 5 ton yang sudah diamankan,” kata Samsul.

Di tengah demam batu akik seperti sekarang, nilai ekonomis bongkahan itu memang sungguh menggiurkan. Warga setempat, Hendro Saky dari Komunitas Pencinta Batu Alam (KPBA) menyebut giok itu jenis idocrase super dengan harga di pasaran mencapai Rp 100 juta per kg.

“Sebut saja dari 20 ton batu giok asli itu, dua ton saja yang super. Nilainya sudah segitu (Rp200 miliar),” taksir dia. (one)