Inilah 6 Tokoh Syiah Indonesia

Jalaluddin Rakhmat
Jalaluddin Rakhmat
Jalaluddin Rakhmat

POJOKSATU – Kelompok syiah kembali jadi perbincangan di tanah air. Kelompok ini disebut-sebut pelaku penyerangan ke Majelis Az Zikra pimpinan Ustaz Arifin Ilham di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Rabu (11/2/2015) sekitar pukul 23:00.

Kelompok Syiah sering menjadi korban kekerasan di Indonesia karena dianggap melenceng dari ajaran Islam. Bahkan, beberapa penganut Syiah dibantai hingga diusiar dari kampungnya. Kasus ini pernah terjadi di Sampang, Madura, Jawa Timur.

Beberapa tokoh di belakang Syiah terus memperjuangkan kelompok ini agar diakui ekstistensinya di Indonesia. Berikut ini 6 tokoh yang dikenal sebagai penganut Syiah.

1. Jalaludin Rakhmat


Jalaluddin Rakhmat saat ini tercatat sebagai anggota DPR RI. Pria yang akrab disapa Kang Jalal itu dikenal sebagai pakar komunikasi pada akhir tahun 1980-an. Sampai saat ini Kang Jalal masih menjadi pengajar di Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung. Kang Jalal disebut-sebut sebagai tokoh sentral Syiah Indonesia.

Pendiri dan pimpinan SMA Muthahhari, Bandung ini juga menjadi pendiri Islamic Cultural Center (ICC) Jakarta bersama Dr. Haidar Bagir. Kang Jalal menjabat sebagi Ketua Dewan Syura Ikatan Jamaah Ahlul Bait Indonesia (IJABI) yang kini sudah mempunyai hampir 100 Pengurus Daerah di seluruh Indonesia dengan jumlah anggota sekitar 2,5 juta orang.

Selain itu Kang Jalal mendirikan Pusat Kajian Tasawuf (PKT): Tazkia Sejati, OASE-Bayt Aqila, Islamic College for Advanced Studies (ICAS-Paramadina), Islamic Cultural Center (ICC) di Jakarta, PKT Misykat di Bandung. Semua lembaga tersebut disebut-sebut sebagai organisasi Syiah.

2. Haidar Bagir

Haidar Bagir
Haidar Bagir

Haidar Bagir bersama Jalaluddin Rakhmat alias Kang Jalal, mendirikan Yayasan Muthahhari, yang mengelola SMA (Plus) Muthahhari di Bandung dan Jakarta. Haidar Bagir merupakan pendiri perusahaan Penerbit Mizan. Haidar Bagir lahir di Solo, 20 Februari 1957 dan tercatat sebagai alumnus Institut Teknologi Industri (ITB) tahun 1982.

Haidar Bagir mengenyam pendidikan pasca sarjana di Pusat Studi Timur Tengah Harvard University, AS 1990-1992, dan S-3 Jurusan Filsafat Universitas Indonesia (UI) dengan riset selama setahun (2000 – 2001) di Departemen Sejarah dan Filsafat Sains, Indiana University, Bloomington, AS. Sejak awal 2003, Haidar Bagir mendapat kepercayaan sebagai Ketua Yayasan Madina Ilmu yang mengelola Sekolah Tinggi Madina Ilmu yang berlokasi di Depok.

3. Dina Y. Sulaeman

Dina Y. Sulaeman
Dina Y. Sulaeman

Dina Sulaeman lahir di Semarang pada 30 Juli 1974. Penerima summer session scholarship dari JAL Foundation untuk kuliah musim panas di Sophia University Tokyo ini lulus dari Fakultas Sastra Arab Universitas Padjdjaran tahun 1997. Dina Sulaeman sempat menjadi staf pengajar di IAIN Imam Bonjol Padang.

Tahun 1999 meraih beasiswa S2 dari pemerintah Iran untuk belajar di Faculty of Teology, Tehran University. Tahun 2011, Dina Sulaeman menyelesaikan studi magister Hubungan Internasional Universitas Padjadjaran. Tahun 2002-2007 ia berkarir sebagai jurnalis di Islamic Republic of Iran Broadcasting.

4. Haddad Alwi

Haddad Alwi
Haddad Alwi

Haddad Alwi adalah penyanyi yang cukup terkenal yang biasa berduet dengan biduanita Sulis. Salah satu lagunya yang berjudul Ya Thoybah, diubah liriknya dalam bahasa Arab dan berisi pujian pada Ali bin Abi Thalib secara berlebihan. Hadad Alwi turut mengunjungi korban konflik sosial Syiah di Sampang Madura 29 September 2012. Dia memberi motivasi dan dukungan kepada para pengungsi Syiah.

 

5. Muhsin Labib

Muhsin Labib
Muhsin Labib

Labib adalah Dosen Filsafat di UIN Syarif Hidayatullah yang merupakan lulusan Muhsin Qum Iran.  Muhsin Labib menulis banyak buku tentang Syiah dan menjadi pembela Syiah Imamiyah di berbagai kesempatan. Di antara buku-bukunya adalah Ahmadinejad: David di Tengah Angkara Goliath, Husain Sang Ksatria Langit, Kamus Shalat, Gelegar Gaza, Primbon Islam, Goodbye Bush,dan lainnya.

 

 

 

6. Khalid Al Walid

Khalid Al Walid disebut-sebut sebagai penganut Syiah. Pengurus MUI Pusat itu adalah alumnus Hawzah Ilmiah Qom. Dalam daftar pengurus MUI yang tercantum dalam situs resminya, Dr. H. Khalid al-Walid, M.Ag yang menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi Ukhuwah Islamiyah MUI Pusat. Khalid Al Walid juga menjabat sebagi dewan syuro Ahlul Bait Indonesia (ABI), ormas lokomotif  kelompok Syiah di Indonesia. (one)