Uji Nyali di Bekas Kamp Pengungsi Vietnam, Semua Tempat Penuh Mahluk Astral

thumb_905138_07245611022015_galang_2

POJOKSATU – Ingin uji nyali seperti acara di televisi? Datanglah sore-sore ke Pulau Galang yang terletak 53 kilometer dari Kota Batam.

Di tempat yang dahulunya kamp pengungsi Vietnam ini kita akan merasakan getaran mistis yang luar biasa begitu memasuki gerbang masuk lokasi penampungan yang sangat terkenal di masa Orde Baru.

Menurut salah satu praktisi spiritual yang menemani kunjungan Kantor Berita Politik RMOL (Grup Pojoksatu.id) beberapa waktu lalu ke kamp pengungsi ini, banyak sekali penampakan yang dapat ditemui bila melihat dengan mata batin. Atau bila kita peka maka getaran energi dari dunia lain ini akan dengan mudah dapat diraskan.


“Sejak dari gerbang masuk kita sudah disambut dengan tatapan mata yang memelas dari sosok-sosok yang kasat mata itu,” jelas Kanjeng Hartantoro.

Dijelaskannya, kondisi mahluk-mahluk astral itu sangat memprihatinkan dengan pakaian yang lusuh dan tubuh kering kerontang, bahkan ada yang penuh dengan luka baik tua maupun muda. Mereka berupaya meminta pertolongan dari setiap orang yang datang melintasi atau datang ke tempat itu.

“Bagi yang tidak kuat dengan getaran energi dari tempat ini, maka badan akan terasa lemas dan terasa sesak ketika bernafas,” ujar Kanjeng Hartantoro yang sering dimintai tolong untuk membersihkan aura negatif wisatawan yang usai berkunjung dari tempat ini.

Dijelaskannya, hampir di semua tempat di ex kamp Vietnam ini terdapat mahluk astral, dan yang paling banyak adalah di bangunan yang terletak persis di seberang Gereja Katolik di sebelah kiri di depan youth centre yang terdapat beberapa bangunan besar.

“Di bawah jembatan kayu di depan gereja ini pun ada beberapa mahluk astral dengan wujud yang tidak enak bila dipandang dengan mata,” ujar Kanjeng Hartantoro.

Ketika memasuki halaman belakang sebuah wihara tampak dua pucuk pohon yang saling berdekatan bergoyang kencang, padahal pohon-pohon yang lain bergoyang secara perlahan. Menurut Kanjeng hal itu terjadi karena ada dua sosok siluman yang ingin menunjukkan jatidirinya dan tidak suka dengan kehadiran di sore itu.  (ysa/rmol/dep)