Parah, Wanita Ini Tak Bisa Berhenti Kentut

Ilustrasi
Ilustrasi
Ilustrasi

POJOKSATU – Seorang wanita cantik, bernama Amy Herbst harus kehilangan pekerjaan dan teman-temannya, akibat gejala sakit kembung akut yang dialaminya. Akibat penyakit ini, ia mengalami kondisi tubuh yang aneh, di mana ia secara terus-menerus kentut tanpa bisa menahannya.

Seperti dilansir Tydknow.com, wanita ini terlihat sangat terpukul akibat gangguan pencernaan penyebab bau tak sedap ini. Semenjak penyakit ini datang, Amy menjadi rendah diri. Meski tidak secara terang-terangan, perlahan beberapa teman dekat mulai menjauh darinya. Kisah ironi ini bermula, saat Amy yang seorang penyanyi opera, bersama suaminya, seorang mantan tentara Amerika Serikat, bersiap-siap menyambut kelahiran bayi pertama mereka, pada tahun 2012.

Menjelang momen melahirkan, seorang suster ternyata melakukan kelalaian. Tanpa seizin Amy dan suaminya, dan juga tanpa sepengetahuan dokter, ia melakukan tindakan episiotomi.
Ini adalah tindakan operasi kecil membuat sayatan, yang dilakukan pada pembukaan alat kelamin wanita saat akan melahirkan. Hal ini biasanya dilakukan untuk membantu kelancaran proses keluarnya bayi, juga untuk mencegah pecahnya jaringan.

Namun demikian, tindakan ini harusnya dilakukan oleh seorang dokter, orang yang memang berkompeten untuk melakukan hal itu. Namun dalam kasus Amy, yang melakukan adalah seorang suster, dan dilakukan tanpa pemberitahuan sebelumnya.


Maka setelah proses melahirkan terjadi, tim dokter yang menyadari ada kesalahan yang dilakukan suster, mencoba menyelamatkan Amy, namun sayang upaya itu sudah terlambat.
Kesalahan sayatan yang dibuat sang suster, membuat kondisi perut Amy tidak normal seumur hidup. Kini, setiap beberapa menit, Amy akan mengeluarkan gas, yang tentunya membawa aroma tak sedap, dan mengganggu orang-orang di sekitarnya.
Akibat kesalahan prosedur operasi ini, kini selamanya Amy harus menerima kondisi ini. Akibat stres, malu, dan kepercayaan dirinya terus turun, akhirnya Amy memutuskan untuk keluar dari pekerjaannya sebagai penyanyi opera.

Tidak terima dengan kondisi ini, Amy dan suaminya, kemudian melayangkan gugatan kepada rumah sakit di Kentucky, Amerika Serikat, yang melakukan kelalaian itu. Bersama sang suami, ia melayangkan gugatan sejak Januari 2014, dan menuntut ganti rugi senilai US$ 2,5 juta. (ric/ril)