Jokowi dan DPR Bahas Calon Kapolri Baru

pencatut jokowi peras freeport
Setya Novanto

POJOKSATU – Satus tersangka Komjen Pol Budi Gunawan (BG) membuat Presiden Jokowi Galau. Di satu sisi BG sudah diseteujui DPR untuk menjadi kapolri, tetapi pada sisi lain, publik menolaknya.

Belakangan, muncul beberapa nama yang bakal menggantikan BG menjadi kapolri. Namun, partai PDI Perjuangan yang notabene partai pengusung Jokowi justru ngotot BG dilantik menjadi kapolri.

Menyikapi persoalan ini, DPR segera menggelar rapat konsultasi dengan Jokowi. Rapat konsultasi antara pimpinan DPR dengan presiden dipastikan Ketua DPR RI Setya Novanto akan dilakukan pada hari Senin (2/2) nanti.

“Memang faktanya  sampai hari ini belum ada nama calon Kapolri yang baru. Karena memang belum ada pengajuan dari Presiden Jokowi. Kami masih menunggu langkah presiden selanjutnya.  Karena itu hari Senin 2 Februari nanti kami (pimpinan DPR) akan mengadakan rapat konsultasi dengan presiden untuk menindaklanjuti soal itu,” tegas Setya Novanto di Jakarta, Sabtu (31/1).


Namun diakui Novanto dirinya belum bisa memastikan apakah dalam rapat konsultasi itu akan muncul nama baru calon Kapolri yang akan diajukan Jokowi.

“Yang jelas sampai saat ini DPR belum menerima nama calon Kapolri yang baru itu. Kita tunggu saja,” ujar pria yang akrab disapa Setnov ini.

Terkait mangkirnya Komjen BG dari panggilan pemeriksaan KPK, Setnov mengatakan kalau dirinya juga baru mengetahuinya dari media massa.

“Saya baru melihat di running text TV bahwa Komjen BG tidak memenuhi panggilan KPK. Nanti saya akan cek di Komisi III DPR apakah sudah dipatuhi panggilan KPK itu dan apa alasannya kalau tidak datang,” lontar Setnov yang Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar ini.

Disampaikannya pula, sebagai tindak lanjut pertemuan Prabowo Subianto dengan Jokowi di Istana Bogor disusul pertemuan para pimpinan Koalisi Merah Putih (KMP) di Jakarta pada Kamis malam (29/1). Menurut Setnov hasil pertemuan itu intinya KMP akan terus memberikan masukan kepada Pemerintah.

“KMP akan terus memberikan kontribusi kepada bangsa dan negara. Dan memang dari awal kami mendukung program pemerintahan yang pro rakyat,” pungkas Setnov. (ind/one)