Ini Pohon Mahal Rp 750 Juta yang Akan Dibeli Pemprov DKI Jakarta

salah satu jenis pohon baobab. Foto: wikimedia
salah satu jenis pohon baobab. Foto: wikimedia
Jenis pohon baobab. Foto: wikimedia

POJOKSATU – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta yang berencana membeli pohon senilai Rp 570 juta untuk mempercantik ruang terbuka hijau di Waduk Ria Rio, ternyata bukan hal baru. Ternyata pohon Baobab yang mahal itu ternyata sudah ditanam sejak 2013 di waduk tersebut.

Pohon yang diimpor dari Afrika Selatan itu ada di Waduk Ria Rio tersebut sejak waduk itu dibersihkan dan dibuat tanam. Seperti apa sebenarnya pohon mahal ini? Dan kenapa Pemprov DKI Jakarta memilih Baobab untuk mempercantik ruang terbuka hijaunya?

Seperti dilansir Wikipedia, Baobab atau ki tambleg adalah nama umum dari sebuah genus (Adansonia) yang terdiri dari delapan spesies pohon asli Madagaskar, Afrika daratan dan Australia. Spesies Afrika daratan juga ada di Madagaskar, tetapi tidak asli negara itu. Nama umum lain dari pohon mahal ini yakni boab dan boaboa.

Pohon ini bisa tumbuh tinggi antara 5–25 meter. Hebatnya pohon ini bisa menyimpan air di dalam batang, dengan kapasitas di atas 120.00 liter. Ini digunakan agar baobab bertahan dalam kondisi lingkungan sekitar tumbuh pohon tersebut.


Baobab diduga masuk ke Indonesia saat perdagangan laut melalui pedagang Timur Tengah. Tumbuhan ini dikenal sebagai Asem Buto atau Ki Tambleg dan awalnya tidak dikenal fungsinya. Pada tahun 2010, sepuluh pohon mahal ini di tanam di lahan perkebunan tebu PT PG Rajawali 2, Subang dan ke Kampus Universitas Indonesia, Depok. Namun salah satu pohon di depan perpustakaan sempat tumbang.

Bukan hanya ditanam di tempat tersebut, pohon ini juga dirawat di Kebun Raya Bogor. Nah pada Bulan September 2013, pohon ini baru masuk dan ditanam di Waduk Ria Rio. Saat itu waduk tersebut mulai dibersihkan dan dibuat taman, dengan salah satunya diisi dengan pohon Baobab di bagian selatan waduk.

Karena itulah yang menjadi ketertarikan Pemprov DKI Jakarta untuk kembali menanam pohon mahal ini di waduk tersebut. Menurut Kepala Bidang Taman Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta, Ratna Dyah, pohon Baobab dipilih karena cuaca di Indonesia dan Afrika yang tidak jauh berbeda. Ia menyatakan akan ada pemeliharaan dan perawatan yang intens terhadap pohon tersebut.

“Pohon itu hanya bisa di ‎tempat yang luas karena tajuknya cukup lebar dan batangnya besar. Kalau ditempatkan harus tersendiri dan enggak bisa beramai-ramai,” kata Ratna saat dihubungi, Kamis (29/1).

Ratna mengungkapkan dengan ciri khas yang unik membuat harga Rp 750 juta ‎cukup pantas untuk pohon tersebut. Ia mengaku tidak mengetahui kapan pohon tersebut ditanam di Waduk Ria Rio.

“‎Yang mendatangkan itu PT Pulomas Jaya dan PT Jakarta Propertindo (Jakpro) saat menata Waduk Ria Rio,” tandas Ratna.(lya)