Anggarkan Tangga Beton Gunung Penanggungan Rp 7 Miliar, Pendaki Protes

SAVE PENANGGUNGAN: Para aktivis pencinta alam melakukan aksi Save Penanggungan untuk menolak pembangunan jalan di Gunung Penanggungan. (Rojif/Jawa Pos Radar Mojokerto)
SAVE PENANGGUNGAN: Para aktivis pencinta alam melakukan aksi Save Penanggungan untuk menolak pembangunan jalan di Gunung Penanggungan. (Rojif/Jawa Pos Radar Mojokerto)
SAVE PENANGGUNGAN: Para aktivis pencinta alam melakukan aksi Save Penanggungan untuk menolak pembangunan jalan di Gunung Penanggungan. (Rojif/Jawa Pos Radar Mojokerto)

POJOKSATU – Mustofa Kamal Pasa (MKP) berencana akan membangun tangga beton di gunung Penanggungan. Namun, rencana itu ditolak mentah-mentah oleh para pendaki, mereka menggelar aksi Save Penanggungan, karena dengan membuat tangga beton akan mengurangi keindahan alam pegunungan yang asri. ’’Betonisasi akan merusak keaslian gunung. Kita menolak rencana itu,’’ kata Fatikhul Ikhsan, salah seorang pecinta alam, di sela aksi Selasa (27/1).

Tahun ini Pemkab Mojokerto mengalokasikan Rp 7 miliar untuk membangun akses jalan menuju Penanggungan di Desa Tamiajeng, Kecamatan Trawas. Anggaran itu juga akan digunakan untuk membangun anak tangga mulai dari titik awal pendakian hingga ke puncak bayangan dengan ketinggian sekitar 1.400 meter di atas permukaan laut (mdpl). ’’Kawan-kawan sudah mendengar rencana betonisasi tersebut. Kita keberatan,’’ tegasnya.

Ada banyak alasan yang membuat para aktivis pencinta alam keberatan. Dia menyebutkan, dengan adanya tangga beton hingga puncak bayangan, para pendakitidak akan bisa menikmati keaslian gunung. Terutama ketika mendaki.

Menurut dia, Gunung Penanggungan kini menjadi salah satu tujuan para pendaki dari berbagai daerah dan bahkan mancanegara.Keberadaan tangga beton pelan-pelan akan membuat gunung setinggi 1.653 mdpl itu ditinggalkan para pendaki. ’’Kenikmatan pendakian terasa saat melintasi rute asli dan bukan buatan,’’ tuturnya.


Belakangan ini jumlah pendaki di Gunung Penanggungan terusmelonjak. Pada Jumat dan Sabtu, jumlah pendakirata-rata mencapai 300 orang. Karena itu, mulai tahun ini Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Desa Tamiajeng memungut tarif pendakian Rp8.000 per orang dengan jaminan asuransi. ’’Kondisi yang sekarang sudah menarik. Jika dibangun tangga beton,para pendaki justru akan malas mendaki,’’ ujarnya.

Penolakan juga dilontarkan petugas pos jaga Gunung Penanggungan di Desa Tamiajeng. Petugas yang tidak mau namanya disebutkan tersebut mengungkapkan, para pendaki keberatan dengan rencana pemkab itu. ’’Kami sudah sampaikan kepada para pendaki yang rutin naik gunung. Rata-rata mereka menolak. Mereka beralasan, pendakian menjadi tidakalami,’’ terangnya.

Ketika dikonfirmasi, Kabaghumas dan Protokol Pemkab Mojokerto Alfiah Ernawati menegaskan bahwa pemkab tidak berencana merusak Gunung Penanggungan, melainkan membangunnya agar menjadi lebih baik. ’’Jalur pendakian akan tetap ada. Jalan sengaja kita bangun demi memenuhi keinginan masyarakat yang ingin sampai puncak, tetapi tidak kuat mendaki,’’ jelasnya.

Setelah dilakukan betonisasi, dia yakin arus dan jumlah wisatawan ke Gunung Penanggungan akan meningkat.Pembangunan jalan dan tangga menuju puncak bayangan ditarget tuntas tahun ini. Anggaran dan perencanaan proyek saat ini sudah siap. April nanti proyek tersebut mulai dilaksanakan. (jif/abi/JPNN/c20/dwi)