11 Daerah di Provinsi Ini KLB Demam Berdarah

Wabah demam berdarah (DB) di Kabupaten Kediri masuk kategori kondisi luar biasa (KLB). Sebab, serangan penyakit itu ternyata merata di setiap kecamatan. Sampai kemarin (26/1), rata-rata tiga warga di seluruh (26) kecamatan terserang penyakit yang disebabkan gigitan nyamuk Aedes aegypti tersebut.

Di seluruh Jatim, ada sebelas daerah yang dinyatakan berstatus KLB DB. Yakni, Kabupaten Kediri, Jombang, Banyuwangi, Probolinggo, Sumenep, Pamekasan, Nganjuk, Trenggalek, Mojokerto, Kota Madiun, dan Kabupaten Madiun.

Jumlah kasus DB di Kabupaten Kediri terus meningkat bulan ini. Pemkab akhirnya menetapkan status KLB. Hal itu terjadi setelah 87 warga positif DB dan dua di antaranya meninggal. Jika dibandingkan dengan bulan yang sama pada tahun lalu, terjadi kenaikan kasus DB hampir sepuluh kali lipat.

Data Dinkes Kabupaten Kediri menyebutkan, kasus DB per Januari ini terbanyak menyerang Kecamatan Pare. Di sana ada sepuluh kasus. Di Kecamatan Ngadiluwih dan Kandangan, tercatat tujuh kasus. Disusul lima kasus di Kecamatan Ringinrejo.


Meski Kecamatan Pare menempati urutan pertama dalam jumlah kasus, tidak ada satu pun warganya yang meninggal. Seorang korban meninggal berdomisili di Kecamatan Papar (4 kasus) dan seorang di Kayenkidul (2 kasus).

Bupati Kediri Haryanti Sutrisno langsung menginstruksi jajarannya untuk menanggulangi mewabahnya DB. Kemarin, setelah apel pagi, Haryanti mengumpulkan seluruh camat. ’’Para camat dikumpulkan di Kecamatan Pare,’’ ujar Kabaghumas Pemkab Kediri M. Haris Setiawan kemarin.

Dia menjelaskan, bupati menginstruksi para camat agar berkoordinasi dengan kepala desa (Kades), kepala sekolah (Kasek) SD dan MI, serta puskesmas di setiap kecamatan. Mereka diminta membersihkan lingkungan dan bekerja bakti di seluruh desa.

Dengan adanya status KLB itu, kata Haris, kegiatan bersih-bersih lingkungan tidak perlu ditunda. Pembersihan lingkungan dilakukan sampai kondisi normal kembali. ’’Bupati telah memerintahkan agar secepatnya bertindak,’’ tandasnya.

Nyamuk, lanjut dia, suka bersarang dan bertelur di tempat-tempat penampungan air. Karena itu, bekas-bekas kaleng, ban, dan lubang harus dibersihkan. Air yang menggenang secepatnya dibuang. Apalagi, bulan ini curah hujan sangat tinggi. ’’Jangan sampai ada air yang menggenang,’’ katanya.

Bupati juga meminta puskesmas menyediakan serbuk abate. Ketika ada warga yang membutuhkan, puskesmas langsung dapat memberikannya. ’’Selain dikuras, bak-bak mandi perlu diberi abate. Bupati sudah menginstruksi puskesmas,’’ terangnya. Sejauh ini, pemkab mengutamakan pencegahan. Pengasapan (fogging) hanya dilakukan untuk kecamatan tertentu. Terutama yang jumlah kasusnya tinggi dan ada korban meninggal.

Sejumlah pasien DB masih dirawat di rumah sakit kemarin. Kondisi sebagian di antara mereka berangsur membaik. Wakil Direktur (Wadir) Pelayanan RSUD Pare Sulistiyono menyatakan, bulan ini pihaknya merawat 20 pasien DB. Saat ini jumlahnya tinggal sembilan orang. ’’Sebagian sudah sehat dan boleh pulang,’’ terangnya kemarin.

Menurut Sulistiyono, sembilan pasien tersebut kini dirawat di Ruang Anak Nusa Indah. Mereka rata-rata berusia 1–12 tahun. ’’Kebanyakan anak-anak,’’ ujarnya.

Mereka berasal dari kecamatan endemis DB, khususnya di wilayah timur. Untuk menanggulangi mewabahnya penyakit tersebut, pasien yang diizinkan pulang diminta melaporkan perkembangan kesehatannya. Keluarga mereka juga diminta memberi tahu tetangga supaya datang ke RS jika mengetahui gejala penyakit seperti DB. ’’Biasanya, kami melayani lewat SMS,’’ ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinkes Kota Madiun drAgung Sulistya Wardani menuturkan, Kota Madiun masuk daftar KLB DB karena angka penderitanya melonjak drastis. ’’Pada Januari 2014, jumlah penderita DB kurang dari sepuluh orang, sedangkan pada Januari ini mencapai 23 orang,’’ jelasnya kemarin.

Total di seluruh Jatim, ungkap dia, jumlah penderita DB sejak awal 2015 menembus 1.251 orang. Dari jumlah itu, 25 di antaranya meninggal. Pada periode sama tahun lalu, jumlah penderita DB hanya 975.

’’Di Kota Madiun tahun lalu hanya satu yang meninggal, sedangkan Januari tahun ini tidak ada. Penderita terbanyak berusia di bawah 17 tahun,’’ lanjutnya.

Menurut dia, penetapan status KLB membuat dinkes berjanji lebih getol menyosialisasikan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) kepada warga. Tetapi, pemberantasan dan pencegahan tidak akan maksimal jika tidak didukung kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan.

Dia juga meminta setiap puskesmas lebih intensif dan peka dalam memeriksa setiap gejala dan keluhan penyakit warga. Jika terindikasi terserang DB, pasien harus segera ditindaklanjuti sesuai dengan prosedur. ’’Masyarakat juga harus lebih peka. Ketika terserang demam tinggi dan tak kunjung turun selama dua hari, secepatnya memeriksakan diri,’’ ungkapnya.

Kendati masuk daerah KLB, Wardani mengklaim persentase wilayah endemis di Kota Madiun tidak meningkat, yakni 80 persen. ’’Puncak serangan DBD memang terjadi di bulan-bulan seperti ini dan diperkirakan masih berlanjut sampai Maret nanti,’’ imbuhnya.

Salah satu kawasan yang terkena wabah DB di Kota Madiun adalah Kelurahan Manisrejo, Taman. Sebelumnya, ditemukan tujuh penderita di Jalan Pondok Manis III dan kemarin DB giliran menyerang sedikitnya empat warga Jalan Pucang Wangi Gang Tengah, kelurahan setempat. (jp)