Teroris Bantai 37 Polisi Filipina

Polisi Filipina mengevakuasi jenazah rekannya yang terbunuh dalam pertempuran sengit di Fhilipina Selatan, Senin (26/12015). Foto AFP/Pojoksatu.id
Polisi Filipina mengevakuasi jenazah rekannya yang terbunuh dalam pertempuran sengit di Fhilipina Selatan, Senin (26/12015). Foto AFP/Pojoksatu.id
Polisi Filipina mengevakuasi jenazah rekannya yang terbunuh dalam pertempuran sengit di Fhilipina Selatan, Senin (26/12015). Foto AFP/Pojoksatu.id

POJOKSATU – Bentrokan berdarah antara polisi dan militan Pront Pembebesan Islam Moro, pecah di Filipina Selatan.
Peristiwa yang terjadi sejak Minggu hingga Senin (26/1/2015) itu menewaskan 37 polisi dan 6 teroris.

Baku tembak antara polisi dan militan Jemaah Islamiyah itu berlangsung selama 12 jam. Kebanyakan korban tewas berada di pihak keamanan yang mayoritas Anggota Unit Angkatan Aksi Khusus Kepolisian Nasional Filipina.

Baku tembak tersebut terjadi di Kota Mamasapano, Maguindanao. Pertempuran sengit berawal ketika polisi di daerah tersebut sedang mengejar pembuat bom dari Malaysia dan pemimpin Jemaah Islamiyah, Zulkifli bin Hir, yang juga dikenal sebagai Marwan beserta komplotannya Basit Usman.

Menurut Menteri Pertahanan Filipina, Voltaire Gazmin, Marwan terbunuh dalam operasi tersebut, sementara Usman berhasil melarikan diri.


“Insiden ini merupakan kekerasan oleh kelompok-kelompok bersenjata yang ingin mewujudkan tantangan keamanan dan mengacaukan proses perdamaian,” ujar Ketua Panel Perdamaian Pemerintah, Miriam Coronel-Ferrer di laman Facebooknya, Senin (26/1/2015).

Ia juga menyampaikan apresiasi atas keberanian 37 polisi yang tewas dalam peristiwa nahas tersebut. Miriam Coronel-Ferrer juga menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga polisi yang tewas dalam peristiwa itu.  (cr2)