Geram Buruh Pabrik Cianjur Bisnis Seks, MUI Bentuk Tim Khusus

IMG_6351

POJOKSATU – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Cianjur mulai geram dengan kondisi yang terjadi di lingkungan pabrik. Dimana tidak sedikit diantara karyawan pabrik khususnya karyawan perempuan yang memliki profesi lain sebagai pemuas nafsu lelaki.

Tidak hanya itu, lingkungan yang mendukung juga secara tidak langsung mencetak para buruh melakukan penyimpangan dengan menyukai sesama jenis. “Ya kita akan bentuk tim yang nantinya akan berdakwah dikawasan pabrik,” kata Ketua MUI Kabupaten Cianjur KHR Abdul Halim.

Sekretaris MUI Kabupaten Cianjur KH Ahmad Yani menambahkan, upaya lain yang akan dilaksanakan MUI yakni menjalin kerjasama dengan pemerintah daerah melakukan sosialisasi, tentang bahaya lesbi, homo, dan juga seks bebas. “Hari Rabu kita akan melakukan pertemuan di Ciloto dengan muspika dan para pemilik atau pimpinan pabrik untuk membahas masalah ini,” ungkapnya.


Dejelaskannya, tekhnis yang akan diambil dalam sosialisasi dan dakwah nanti yakni dengan meminta waktu kepada pemilik pabrik untuk melakukan pengajian atau tausyah terhadap karyawan. “Nanti kita akan minta waktu minimal satu minggu sekali supaya para buruh mengikuti pengajian. Selain itu, kita juga akan meminta kepada pihak pabrik untuk menyediakan tempat ibadah yang memadai, supaya karyawan bisa melaksanakan ibadah secara berjamaah,” imbuhnya.

Menurut Kiayi yang giat dibidang usaha mobil ini, mengatasi masalah pergaulan bebas, lesbi, dan homo tidak bisa dilakukan satu pihak saja, tapi harus oleh semua elemen. “MUI dalam hal ini hanya mengingatkan, dan yang memiliki kewenangan itu pihak pemerintah. Makanya kita kerjasama dengan pemerintah terutama Disnakertrans, untuk menangani masalah ini,” pungkasnya.(jun)