Raja Bonaran Laporkan Bos KPK ke Bareskrim

Raja Bonaran Situmeang
Raja Bonaran Situmeang
Raja Bonaran Situmeang

POJOKSATU – Bupati Tapanuli Tengah nonaktif, Raja Bonaran Situmeang melaporkan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bambang Widjojanto ke Bareskrim Polri pada 15 Januari 2015. Laporan ini terkait sengketa Pemilihan Kepala Daerah Kotawaringin Barat.

Bonaran mengatakan Akil Mochtar yang kala itu menjadi Ketua Mahkamah Konstitusi pernah bertemu dengan Bambang. Saat itu, Bambang dalam kapasitas sebagai pengacara pihak penggugat sengketa Pilkada Kotawaringin Barat. (Baca: Simbiosis KPK, Polri, PDIP, dan Bupati Tapteng)

“Pak Akil mengatakan pernah ketemu Pak BW (Bambang Widjojanto) di mobil. Saya minta laporkan dong kan itu enggak boleh pengacara ketemu dengan Akil,” kata Bonaran usai menjalani kebaktian di KPK, Jakarta, Minggu (25/1).

Bonaran menyebut Bambang melakukan suap. Ia mengaku mempunyai bukti yang kuat soal itu. “Sudah jelas suap. Akil punya bukti,” ucapnya.


Bonaran menyatakan laporannya bukan untuk mengkriminalisasi KPK. “Saya tidak setuju KPK dibubarkan tapi saya setuju KPK direformasi dari orang-orang yang bermasalah,”ujarnya. (Baca: 10 Serangan Masif ke KPK Sejak BG Tersangka)

‎Soal laporan Bonaran ke Bareskrim dibenarkan oleh pengacaranya, Wilfrid Sihombing. Ia mengatakan kliennya melaporkan Bambang terkait sengketa Pilkada Kotawaringin Barat.

“Terkait pertemuan antara BW dengan AM (Akil Muchtar) dalam sengketa Pilkada Kotawaringin Barat sebagaimana yang dimuat dalam pledoi AM di persidangan,” ‎ ucap Wilfrid.

Saat ditanya apakah dalam pertemuan tersebut Bambang memberikan suap, Wilfrid enggan mengungkapkannya. “Untuk hal itu kita tunggu hasil penyidikan dari Kepolisian,” tandasnya. (gil/jpnn/ps)