Satu Lagi Bos KPK Dipolisikan, Dituduh Rampas Perusahaan Kayu

Wakil Ketua KPK Andan Pandu Praja

POJOKSATU – Serangan bertubi-tubi dilancarkan untuk melemahkan dan membekukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Tak cukup seminggu, tiga pimpinan KPK menjadi target penyerangan.

Serangan pertama dilancarkan kepada Ketua KPK Abraham Samad dengan menyebarkan foto palsu. Foto palsu itu menunjukkan Abraham sedang mencium putri Indonesia 2014, Elvira. Namun, serangan tersebut rontok hanya dalam waktu beberapa jam.

Serangan kedua lagi-lagi ditujukan kepada Abraham. Pria asal Makassar itu dituduh melakukan pertemuan dengan elit Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Nasdem sebanyak 6 kali. Pertemuan itu terkait dengan pencalonan Abraham sebagai pendamping Jokowi pada pilpres tahun 2014 lalu. Langkah Abraham yang bertemu elite partai dianggap melanggar etik.

Belum reda serangan tersebut, giliran Wakil Ketua KPK Bambang Widjajanto (BW) menjadi sasaran. Kali ini, serangan cantik yang dibangun Mabes Polri membuahkan hasil. Barerskrim Polri menangkap dan menetapkan BW sebagai tersangka.


BW dituduh melakukan tindak pidana karena diduga menyuruh dan mengarahkan saksi memberikan keterangan palsu dalam sidang polemik pilkada Kota Waringin Barat di Makamah Konstitusi.

Kini, giliran Wakil Ketua KPK lainnya, Adnan Pandu Praja menjadi target berikutnya. Adnan dilaporkan ke Bareskrim Polri atas tuduhan kepemilikan saham PT Desy Timber secara ilegal. Pelaporan dilakukan oleh dua kuasa hukum perusahaan kayu yang berbasis di Berau, Kalimantan Timur itu.

“Kami melaporkan terkait perampokan saham. Kami bawa data-data secara lengkap,” kata salah seorang kuasa hukum, Mukhlis di kantor Bareskrim Polri, Jakarta, Sabtu (24/1).

Dikatakannya, beberapa tahun lalu Adnan adalah penasehat hukum PT Desy Timber. Namun jabatan itu disalahgunakannya untuk “merampok” perusahaan.

Mukhlis enggan menjelaskan lebih detail mengenai laporan yang akan disampaikannya. Ia meminta awak media sabar sampai pihaknya selesai melapor kepada Bareskrim.

“Bagi kami ini harus ditindak, Adnan harus dipanggil, diperiksa dan diadili. Karena perbuatannya merugikan banyak pemilik saham yang sah,” pungkasnya. (dil/jpnn/ps)