Polisi Larang Bambang Widjojanto Pipis

POJOKSATU – Perlaku kurang menyenangkan diterima Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bambang Widjojanto (BW) saat ditangkap penyidik Bareskrim Polri, Jumat (23/1/2015).

BW yang ditangkap saat sedang mengantar anaknya ke sekolah merasa ditekan dan diperlakukan kurang manusiawi oleh penyidik. Ia menilai, perlakukan polisi berlebihan. Bahkan, mantan pengacara itu mengaku tak dibiarkan buang air kecil dan ganti pakaian. Padahal, saat itu ia sedang mengenakan sarung.

BW mengatakan, sesaat setelah masuk ke mobil Toyota Fortuner yang membawanya bersama anaknya dari Depok ke Mabes Polri, ia meminta agar penyidik berhenti di suatu tempat. “Saya mau buang air kecil,” pinta BW kepada penyidik.

Namun, permintaan BW ditolak mentah-mentah. BW juga sempat meminta izin agar dapat berganti pakaian karena dia masih mengenakan sarung, baju koko, dan peci. Lagi-lagi permintaan itu ditolak. Akibatnya, BW yang memangku anak keduanya Izzat, harus menahan pipis selama dua jam perjalanan dari Depok menuju Bareskrim.


BW kemudian memberikan penjelasan kepada anaknya bagaimana prosedur penangkapan yang benar. Saat itulah, tiba-tiba seorang penyidik berkata, “ada plester enggak?”

Mendengar ucapan itu, BW merasa polisi terganggu ihwal percakapannya dengan Izzat. “Supaya tahu saja ya, Mas Bambang ini perkaranya banyak,” ujar BW menirukan ucapan polisi tadi.

Sepanjang perjalanan, BW mengaku merasa diteror karena anaknya ditanya macam-macam. “Maksudnya apa tanya-tanya begitu,” ujar BW.

Sesampainya di gedung Bareskrim, BW masuk dari pintu depan. Seorang penyidik menyebut ‘belum ada nyamuk’. “Nyamuk yang dimaksud adalah wartawan,” imbuh BW. (one)