Disebut Jokowi Tidak Lebih Tegas dari Ketua RT, Menkopolhukam Marah

Menkopolhukam Tedjo Edhy Purdijatno. Foto: dok.JPNN (Grup Pojoksatu)

POJOKSATU – Pernyataan Presiden Jokowi soal polemik KPK dan Polri di Istana Bogor dinilai normatif dan sangat lembek. Bahkan, pernyataan singkat Jokowi itu dianggap tidak lebih tegas dari ketua RT.

“Pernyataan Jokowi tidak lebih tegas dari seorang ketua rukun tetangga (RT). Kita butuh seorang presiden, bukan petugas partai,” ujar Direktur Eksekutif Migrant Care Anis Hidayah.

Menanggapi tudingan itu, Menkopolhukam Tedjo Edhy Purdijatno menganggap pernyataan Jokowi sudah sangat tegas.

“Itu sudah tegas sebagai kepala negara. Jangan berpihak pada salah satu. Ini saya tidak suka, pertanyaannya sudah menyudutkan, enggak boleh. Beliau sudah tegas mengatakan ‘jernihkan suasana, lakukan hukum secara benar sesuai undang-undang yang berlaku, tidak menginginkan adanya gesekan antara dua institusi. Itu jelas, tegas. Jadi jangan diarahkan ke arah yang enggak bener,” ujar Tedjo.


Presiden, kata dia, juga meminta kedua lembaga penegak hukum itu agar tetap menjalin komunikasi dengan baik dalam menyelesaikan kasus Bambang Widjojanto maupun Komjen Pol Budi Gunawan. Kata Tedjo, Jokowi mengingatkan KPK dan Polri bahwa mereka telah menandatangani MoU untuk menjalankan kerjasama.

“Tentu kita akan memediasi sehingga ini bisa berjalan dan melaksanakan fungsinya, dan kita harus menyelamatkan kedua institusi. Ini yang disampaikan presiden,” tandas Tedjo. (flo/jpnn/one/ps)