Konspirasi Bekukan KPK, Abraham Tinggal Tunggu Giliran

KPK siapkan serangan balik

POJOKSATU – Penangkapan Bambang Widjojanto dinilai sebagai bagian dari konspirasi membekukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pakar komunikasi politik dari Universitas Paramadina, Hendri Satrio bahkan meramalkab bahwa nantinya tak hanya Bambang yang akan dihabisi.

“Tapi juga Samad (Ketua KPK Abraham Samad),” kata Hendri, Jumat (23/1).

Dia memprediksi Samad akan dianggap melanggar etika sehingga dipaksa mundur. Dengan demikian, pimpinan KPK hanya tersisa dua orang karena Busyro Muqaddas sudah pensiun.

“Nantinya pimpinan KPK hanya tinggal dua orang. Tinggal Adnan Pandu Praja dan Zulkarnain,” imbuh Hendri.


Karenanya Hendri meminta Presiden Joko Widodo segera bertindak. Pasalnya, presiden harus menjadi penengah yang memberikan kekuatan bagi pemberantasan korupsi di Indonesia. “Bukan malah melemahkan,” jelas Hendri.

Sedangkan Direktur Pusat Kajian Sosial dan Politik (Puspol) Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Ubedillah Badrun menyatakan, konspirasi untuk melemahkan KPK bermula dari gigihnya lembaga antirasuah itu dalam memberantas korupsi di kepolisian. Salah satu contoh sikap tegas KPK menggarap korupsi di kepolisian adalah menjerat calon tunggal Kapolri, Komjen Budi Gunawan sebagai tersangka suap.

Tak lama setelah Budi Gunawan ditetapkan jadi tersangka, muncul foto mesra pria mirip Abraham dengan seorang perempuang yang diduga salah satu Putri Indonesia. Foto yang diduga hasil rekayasa itu dimunculkan sebagai bentuk perlawanan atas ditetapkannya Budi Gunawan sebagai tersangka.

Ubedillah kemudian menyayangkan upaya Plt Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto yang membeberkan dugaan adanya pertemuan antara petinggi PDIP dengan Abraham Samad karena berambisi menjadi calon wakil presiden mendampingi Jokowi pada pilpres lalu. Karenanya, sebaiknya Hasto membuktikan tudingan soal Abraham agar tidak ajdi mumerang.

“Ya ini harus dibuktikan. Kalau tak terbukti, sangat memalukan. Bisa jadi bumerang bagi yang mengutarakan hal ini,” imbuh Ubedillah. (boy/jpnn/ps)