BW Diberhentikan, Zulkarnain: Ini Pukulan Telak

Aktivis anti korupsi melakukan aksi unjuk rasa mendukung KPK

POJOKSATU – Penetapan Bambang Widjojanto (BW) sebagai tersangka oleh Bareskrim Polri membuat karirnya di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tamat.

Wakil Ketua KPK Zulkarnain mengatakan, BW tidak lagi pimpinan KPK untuk sementara waktu setelah ditetapkan sebagai tersangka. “Menurut Undang-undang KPK memang Pak Bambang harus diberhentikan sementara, sehingga saat ini kami tinggal bertiga,” kata Zulkarnain dalam konferensi pers di gedung KPK Jakarta, Jumat (23/1/2015).

Menurut Zulkarnain, penetapan BW sebagai tersangka merupakan serangan langsung dan menjadi pukulan telak bagi komisi anti rasuah.

“Kami pimpinan KPK hanya empat orang, dan hanya menjabat 11 bulan lagi. Kami ingin bergerak cepat menangani berbagai perkara termasuk perkara BG (Budi Gunawan) tapi dengan peristiwa yang menyedihkan ini berarti pukulan telak bagi kami,” imbuh Zulkarnain.


Zulkarnain mengatakan, seharusnya penyidik Bareskrim Polri paham betul pemberantasan korupsi dengan cara ini dilemahkan.

Ia menyampaikan terima kasih kepada pegiat anti korups yang memberikan dukungan besar kepada KPK untuk menyelesaikan tugas ke depan termasuk kasus BG.

“Kami bertekad mempercepat tapi saksi-saksi di lingkungan kepolisian juga mudah-mudahan bisa hadir dan memberikan keterangan secara benar,” tegas Zulkarnain.

KPK memang menjadikan calon Kapolri Komjen Pol Budi Gunawan dalam kasus dugaan penyalahgunaan wewenang terkait transaksi-transaksi mencurigakan saat menjabat Kepala Biro Pembinaan Karir Deputi Sumber Daya Manusia Mabes Polri 2003-2006 dan jabatan lainnya di Mabes Polri sejak 13 Januari 2014.

Padahal Budi adalah calon tunggal Kapolri dari Presiden Joko Widodo dan sudah mendapatkan persetujuan dari DPR. (one)