17 Jenderal Polri Ini Punya Kekayaan Super Gendut

Rekening Gendut 17 Jendral Polisi

PING! Ping! Ping! Pesan berantai BlackBerry Messenger (BBM) tentang daftar 17 jenderal pemilik rekening gendut berseliweran di ruang redaksi, tadi malam. Di  urutan kesepuluh, ada nama calon Kapolri Budi Gunawan lengkap dengan nominal rupiah yang ada di rekeningnya. Meski belum jelas
siapa penyebarnya, munculnya 17 nama jenderal ini menjadi perhatian agar segera diusut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Tak hanya nama Budi Gunawan, ada juga 16 nama pejabat tinggi polri baik yang sudah purnawirawan maupun yang masih aktif diisukan punya rekening jumbo dan sudah dilaporkan ke Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

Nama-nama ini beredar dari pesan berantai BBM yang belum jelas kebenarannya. Namun jika dilihat dari nama yang ada, memang tak jauh dari nama jenderal yang pada 2010 lalu sempat diisukan berekening gendut. Misalnya, mantan Kapolri Da’i Bachtiar disebut memiliki rekening hingga Rp1,2 triliun. Adang Dorodjatun yang kini menjadi politikus PKS berjumlah Rp1,1 triliun.


Melansir dari Metropolitan.id (Grup PojokSatu.id), calon Kapolri Budi Gunawan juga masuk dengan jumlah rekening Rp400 miliar. Setelah itu, ada Makbul Padmanegara dengan rekening Rp800 miliar, Saleh Saaf Rp800 miliar, Firman Gani Rp800 miliar, Iwan Supanji Rp600 miliar, Rasyid Ridho Rp600 miliar, Dedi S Komaruddin Rp500 miliar dan Eddy Darnadi Rp400 miliar.

Ada juga Mathius Salempang Rp300 miliar, Heru Susanto Rp300 miliar, Cuk Sugiarto Rp250 miliar, Syafrizal Rp200 miliar, Sujitno Landung Rp200
miliar, Dadang Garnida Rp150 miliar dan Indra Satria Rp144 miliar.

Munculnya daftar jenderal itu, membuat anggota Komisi III DPR Trimedya Panjaitan mendesak KPK mengusut tuntas pemilik rekening gendut. Ia juga mempertanyakan dari beberapa nama jenderal yang terkait rekening gendut, kenapa hanya Budi Gunawan yang ditetapkan sebagai tersangka.

”Kita samasama tahu rekening gendut dari 2000 awal. Kenapa baru Pak Budi Gunawan yang diproses hukum. Bagaimana dengan yang lain,” kata Trimedya.
Politikus PDIP itu menambahkan, apa yang dilakukan KPK telah sampai kepada simbol kekuatan yang mengganggu lembaga kepresidenan.

Soal status Budi Gunawan yang telah ditetapkan sebagai tersangka, Trimedya meminta agar Jokowi tetap melantik jenderal polisi bintang tiga
tersebut sebagai kapolri.

”Soal Budi Gunawan, semoga presiden mau melantik beliau menjadi kapolri karena kalau kita ikuti, bahwa rakyat bisa melihat bagaimana Budi
Gunawan ditetapkan menjadi tersangka,” kata ketua DPP bidang hukum PDIP ini.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menunda pelantikan Komjen Budi Gunawan sebagai kapolri agar KPK memiliki kesempatan untuk memeriksanya. ”Untuk memberikan kesempatan kepada KPK untuk memeriksa yang bersangkutan,” kata Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno.

Sementara Pelaksana tugas (Plt) Kapolri Badrodin Haiti juga diduga memiliki rekening gendut seperti Komjen Budi Gunawan. Berapa harta yang dilaporkan Badrodin secara resmi ke negara? Berdasarkan catatan di KPK, total harta Badrodin mencapai Rp 8,290 miliar dan 4 ribu dolar AS. Badrodin terakhir melaporkan kekayaan saat diangkat menjadi Wakil Kepala Polri pada 2 Mei 2014.

Kekayaannya itu berupa harta tidak bergerak yang terdiri atas 1 tanah dan bangunan di Depok dan 11 petak tanah yang tersebar di Bekasi, Pandeglang, Jakarta Selatan, Semarang dan Depok. Totalnya mencapai Rp4,3 miliar. (mer/els/py/metropolitan)