Pintar Nyanyi, Kaya, dan Ganteng Ini Anak Calon Kapolri yang Dicekal KPK

Vino

Publik sedang penasaran dengan sosok bernama Muhammad Herviano Widyatama (29). Ya, putra Komisaris Jenderal Budi Gunawan itu menjadi
buah bibir setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencekalnya. Siapa Herviano? Seperti apa kiprah bisnisnya?

Vinno-begitu dia disapa- kini tak boleh bepergian keluar Negeri selama enam bulan ke depan. Tentu saja kebijakan ini sangat merugikan Vinno yang notabene sebagai artis pendatang baru. Dari informasi yang didapat Radar Bogor (PojokSatu Group), putra calon Kepala Polri ini sedang menjajaki dunia musik tanah air.

Pada mulanya Vinno membuat band bersama teman-temannya. Selama ngeband, pemuda berkacamata ini memegang posisi drumer. Setelah beberapa tahun naik-turun panggung, Vinno akhirnya dipertemukan dengan seorang produser. Tapi sang produser hanya tertarik dengan Vinno, bukan bandnya. Menurut sang produser, Vinno memiliki suara yang layak didengar.


’’Waktu ngeband, aku malah memilih duduk di belakang sebagai drummer, tapi akhirnya aku menerima tawaran untuk bernyanyi solo,” jelasnya. Untuk memuluskan langkahnya di belantika musik, pria kelahiran Jakarta, 30 Desember 1986 itu pun menggaet sejumlah musisi ternama untuk pembuatan album barunya.

Sebut saja Pongky Barata yang mengaransemen lagu ‘Aku Tak Mau Menunggu’, Enda ‘Ungu’ pada lagu ‘Sedikit Saja’, dan sebuah tembang berjudul ‘Jomblo Legendaris’ yang dibuat Alam Urbach dipadu dengan gitar akustik Adrian Martadinata.

‘Bukan Cinta Yang Salah’ menjadi single pembuka untuk album pertama Vinno. Lagu ciptaan Toto Alkid ini sangat cocok dengan karakter vokal Vinno. Lagu ‘Bukan Cinta Yang Salah’ diaransemen oleh Budi ‘Drive’ Rahardjo yang juga bertindak sebagai gitaris, Thomas ‘Gigi’ Rhamadan (bass), Krishna Balagita (piano), dan Ronald Fristianto (drum).

Menurut situs kabardariopa.info, syuting video klip “Bukan Cinta Yang Salah” ini mengambil sudut-sudut cantik dataran Cina yang memukau. Lagu yang bercerita tentang sebuah perpisahan baik-baik ini terasa pas berlatar belakang pemandangan indah dan model yang orang asli Cina membuat cerita di lagu ini semakin hidup.

Kini nama Vinno makin terkenal. Tapi bukan karena albumnya yang meledak. ‘Hidung’ KPK yang tajam, mengendus ada yang tak beres dengan aliran uang Rp57 miliar ke rekeningnya saat masih berumur 19 tahun. Dari bukti yang dipegang komisi antirasuah, uang tersebut dipakai untuk berbisnis dengan perusahaan asing bernama Pacific Blue International Limited. Vinno diduga terlibat dalam kasus gratifikasi yang melibatkan ayahnya.

Satu lini bisnis lainnya yang digawangi Vinno adalah menjual barang antik keluarga. Dalam kurun waktu 2006 sampai 2007, Vinno tercatat pernah menjual barang antik dengan total nilai mencapai Rp4,3 miliar.

Hal itu terungkap dalam surat Badan Reserse dan Kriminal Markas Besar Kepolisian RI nomor B/1538/VI/2010/BARESKRIM yang ditujukan ke Pusat Pelaporan dan Analisa Transaksi Keuangan pada 18 Juni 2010 lalu. Surat tersebut merupakan hasil kesimpulan dari penyelidikan Polri atas dugaan transaksi mencurigakan di rekening Komjen Budi Gunawan. Inti surat itu adalah Budi Gunawan clear.

SEPI: Suasana Hotel Bella Campa milik M Herviano, putra Kapolri Terpilih, Komjen Budi Gunawan di Gadog, Ciawi, Kabupaten Bogor, memilih tutup saat santer diberitakan.
SEPI: Suasana Hotel Bella Campa milik M Herviano, putra Kapolri Terpilih, Komjen Budi
Gunawan di Gadog, Ciawi, Kabupaten Bogor, memilih tutup saat santer diberitakan.

Kiprah bisnis Vinno juga menyasar ke Bogor. Dia tercatat memiliki sejumlah aset, salah satunya adalah Hotel Bella Campa, di Jalan Cikopo Selatan, RT 1/RW 4, Kampung Tegal Panjang, Desa Gadog, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor.

Berdasarkan data yang dihimpun wartawan koran ini, hotel seluas 6690 meter2 tersebut sudah berdiri sejak tahun 2005. Bella Campa memiliki 40 kamar lengkap dengan fasilitas kolam renang dan outbound. Kepemilikan hotel ini atas nama M Herviano Widyatama. (gar/rp5/viv)