Maafkan Kami Tuhan Jika Dianggap Salah Pilih Jokowi

Banyak cara yang dilakukan tokoh-tokoh Indonesia dalam menyikap kontroversi pencalonan Komjen Budi Gunawan sebagai Kapolri.

Pendiri Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA memilih berdoa via Twitter di akun miliknya.

Dalam kultwit yang diberi judul Doa Pagi ini, Denny JA memohon kepada Tuhan Yang Maha Kuasa agar membukakan pintu hati Jokowi sehingga tidak melantik Budi Gunawan.

Berikut kutipan lengkap Doa Pagi Denny JA itu:


Ya Tuhan berikanlah kekuatan pada Jokowi agar tidak mengangkat tersangka korupsi menjadi Kapolri.

Bangsa kami segera menjadi olok-olok dunia, satu satunya negara yang mengangkat tersangka korupsi menjadi Kapolri.

Presiden yang kami cintai Jokowi juga akan menjadi karikatur di media dunia sebagai satu satunya presiden yang melakukan itu.

Tak hanya itu ya Tuhan, Jokowipun akan ditinggal oleh pendukung setia, yang dulu membuatnya menjadi presiden.

Tanpa dukungan para relawan yang bekerja suka rela siang malam, bukan Jokowi yang kini menjadi presiden. Itu pasti.

Tak ada maksud lain dari para relawan itu kecuali mempercayai janji Jokowi untuk menegakkan pemerintahan yg bersih.

Berikanlah kekuatan pada Jokowi ya Tuhan, agar ia tidak mengingkari janji kampanyenya. Padahal belum 100 hari dilantik.

Pesona Jokowi akan hilang selamanya jika ia tunduk pada elit politik dan melanggar janji kampanyenya sendiri.

Jokowi juga akan dikenang menyulut konflik KPK dan polisi yang lebih besar dari Cicak vs Buaya di masa lalu.

KPK sudah berjanji akan menangkap Budi Gunawan. Apa jadinya jika saat itu Budi Gunawan adalah kapolri?

Saat ini saja KPK sudah melarang Budi Gunawan ke luar negri. Apa jadinya jika Kapolri tak bisa pergi ke negara lain?

Sangat mungkin Kapolri tak tinggal diam. Dengan kekuasaannya, ia membalas memukul balik KPK. Konflik membesar.

Ya Tuhan, jika konflik KPK vs Polisi membesar, Jokowi tetap akan disalahkan karena sebagai presiden ia ikut menciptakannya.

Lindungilah Jokowi ya Tuhan, jika ternyata ia tak sekuat dan tak sehebat yang kami duga.

Lindungi Jokowi ya Tuhan dengan tidak membiarkannya membuat keputusan yang salah yang akan disesali seumur hidupnya.

Jokowi tak akan merasa beharga menjadi presiden jika respek publik padanya luntur. Ia hanya menjadi pejabat bukan pemimpin.

Maafkan pula kami ya Tuhan, jika ternyata salah memilih pemimpin, yang tak sekuat yang kami harap.

Melalui mujikzatMu ya Tuhan, kembalikanlah Jokowi sebagai pemimpin rakyat, yang berani menegakkan prinsip Good Governance.

Semoga doa kami publik Indonesia sampai pada hati nurani presiden Jokowi yang kami cintai. Amien.

 

(ps)