Badai Petir, Gunung Tangkuban Perahu Aktif?

Foto: Istimewa
Foto: Istimewa

POJOKSATU – Warga Kota Subang, Jawa Barat tadi malam Rabu (7/1/2014) digegerkan dengan fenomena alam yang tak biasa di langit timur Bandung sejak petang sekitar pukul 18.00 WIB hingga malam hari pukul 20.15 WIB.

Sontak saja, fenomena alam ini sangat membuat risau warga yang melihatnya, bahkan banyak warga yang mengkaitkan dengan aktivitas vulkanologi Gunung Tangkuban Parahu. Merasa Khawatir, warga subang banyak yang bertanya di media sosial tentang kejadian ini pada akun twitter @kotaSUBANG

“Min @kotaSUBANG ada kilatan cahaya seperti petir di arah timur Jalan Cagak teu ereun2 ti magrib min, cing di infokan ada apa ya min?,” tulis akun Twitter @agunhidayan pada Rabu malam.

Akun @atriiie berkicau tentang ke khawatirannya terkait fenomena ini “Diatas langit @kotaSUBANG arah timur meuni serem. Min @kotaSUBANG , liat gak ada petir yang gak berenti2 dari magrib tadi. Kayak kembang api:O yang lain liat?” tanyanya.


Langit Subang Bandung, fenomena alam
Langit Subang Bandung, fenomena alam

Badai petir tak mengeluarkan suara, hanya kilatan cahaya saja. Banyak pula pengguna media sosial yang mengaitkannya dengan peningkatan status Gunung Tangkuban Parahu yang dikabarkan naik menjadi Siaga IV. Benarkah ini terkait dengan kembalinya aktif Gunung Tangkuban Parahu? Yang dikabarkan pada 2013 lalu berstatus waspada.

Breaking news @infobdg menjawab keresahan warga lewat akun twitternya, mengatakan bahwa kabar PVMBG Kota Bandung: Petir atau kilat yang terlihat di langit bagian timur bukan dari gunung meletus. Fenomena tersebut terjadi karena ada pergesekan molekul H2O, O2, dan CO2. Diharap warga Bandung tenang, dan jangan panik.

Langit Subang, Fenomena alam Bandung
Langit Subang, Fenomena alam Bandung

Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Surono mengatakan bahwa fenomena ini tak ada kaitannya dengan aktivitas vulkanologi Dunung Tangkuban Parahu. Hingga detik ini tak ada peningkatan status pada gunung setinggi 2.084 meter itu. Hingga saat ini, kata dia, gunung tersebut masih berstatus Waspada.

“Tak ada kaitannya, masih status waspada, nggak benar meletus,” jelas Surono.

Kecepatan rambat gelombang sinar di udara jauh lebih cepat dari suara, karena itu kilat pasti akan nampak lebih dulu dari suara guntur. Dipastikan fenomena itu bukan akibat aktivitas Gunung Tangkuban Parahu, melainkan hanya fenomena alam yang tak biasanya. (zul)