Pesawat Jatuh, 1.050 Kru dan Penumpang Tewas

daily mailPOJOKSATU – Kecelakaan pesawat komersial yang terjadi berturut-turut dalam beberapa bulan ini membuat keselamatan penerbangan dipertanyakan. Sebab, sudah 1.050 penumpang dan kru pesawat yang tewas karena kecelakaan selama 2014.

Tahun 2014 bisa dibilang sebagai tahun kelam bagi dunia penerbangan. Lima pesawat komersial jatuh. Dimulai dari hilangnya pesawat Malaysia Airlines MH370 pada 8 Maret lalu dengan rute Kuala Lumpur–Beijing yang membuat 239 orang di dalamnya hilang tanpa jejak.

Teranyar, jatuhnya pesawat AirAsia QZ8501 pada Ahad (28/12) saat menjalani penerbangan dari Surabaya menuju Singapura. Dari 155 orang penumpang dan 7 awak pesawat, baru 7 jenazah yang dievakuasi. Pesawat itu jatuh di Selat Karimata 105 mil dari Pangkalan Bun Kalimantan. Sampai saat ini, belum ada informasi resmi penyebab jatuhnya maskapai asal negeri jiran itu.

Sementara pada bulan Juli 2014, bisa dibilang bulan yang paling tragis. Tiga pesawat komersial jatuh beruntun. Malaysia Airlines MH17 ditembak di langit Ukraina pada Kamis (17/7). Sebanyak 298 orang di dalamnya tewas. Disusul dengan jatuhnya TransAsia Airways di Taiwan, Rabu (23/7), yang merenggut 48 nyawa. Kamis (24/7) giliran Air Algerie yang jatuh di Gurun Sahara. Seluruh penumpangnya yang berjumlah 116 orang tewas.


Selain lima peristiwa besar tersebut, masih ada beberapa kecelakaan dengan pesawat lebih kecil. Berdasar data Aviation Safety Network, terdapat 12 kecelakaan dan total menewaskan 760 orang selama tujuh bulan. Jumlah tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan dengan seluruh korban tewas pada 2013 yang hanya mencapai 265 orang. Fatalitas kecelakaan udara selama 2014 juga naik 300 persen dibandingkan dengan tahun lalu.

Media Daily Mail, Selasa (30/12) melansir, dalam kurun 12 bulan terakhir, kecelakaan pesawat tercatat berkurang. Namun, jumlah korban tewas justru berada di titik maksimal. Hingga saat ini, korban kecelakaan pesawat pada 2014 sebanyak 1.050, jumlah tersebut belum ditambah korban AirAsia QZ8501.

Banyaknya jumlah korban jiwa dan kecelakaan membuat banyak orang menanyakan keselamatan transportasi udara. Sebab, saat ini transportasi udara menjadi pilihan utama bagi banyak orang. Pesawat jauh lebih cepat dibandingkan dengan moda transportasi yang lain.

Meski demikian, para pakar penerbangan mengungkapkan, 2014 masih menjadi tahun teraman bagi penerbangan. Jumlah korban jiwa memang meningkat tajam. Namun, jumlah penerbangan pun cukup tinggi dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.

“Tahun 2014 adalah salah satu tahun teraman dalam sejarah penerbangan sejak 1946,” ujar Presiden Aviation Safety Network, Harro Ranter. Jumlah kecelakaan sepanjang tahun ini masih di bawah rata-rata 10 tahunan.

Berdasar data dari Asosiasi Transportasi Udara Internasional, lebih dari 3 miliar orang telah terbang dengan selamat dalam 36,4 juta penerbangan selama tahun lalu. Sepanjang tahun ini, setiap hari terdapat 100 ribu orang yang terbang di seluruh dunia. Mayoritas selamat.

“Minggu ini memang minggu yang menyedihkan untuk setiap orang yang terlibat di dunia penerbangan. Setiap kecelakaan bisa dibilang terlalu banyak,’’ ujar CEO dan Direktur Asosiasi Transportasi Udara Internasional Tony Tyler. (ind/net)