Evakuasi Mayat Tengah Malam, Basarnas Bertaruh Nyawa

10930_9207_Kepala-Basarnas---Har-(1)POJOKSATU – Perjuangan Badan SAR Nasional (Basarnas) dalam mengevakuasi jenazah penumpang AirAsia QZ 8501 patut diacungi jempol. Basarnas tak kenal lelah dan waktu untuk menuntaskan misi mereka.

Kepala Basarnas FHB Soelistyo mengungkapkan, tim SAR melakukan evakuasi jenazah hingga tengah malam. Cuaca buruk pun menjadi tantangan terbesar bagi tim penyelamat ini. Tim SAR, kata dia, sampai harus bertaruh nyawa untuk mengangkut jenazah di sekitar perairan Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah. “Saudara kita dua ini, bisa berhasil diambil dengan taruhan keselamatan tim sendiri. Di situ memang kita ditantang untuk kecepatan dan keakuratan proses evakuasi,” kata Soelistyo.

Menurut Soelistyo, untuk mengangkut dua jenazah pada malam hari, bukanlah perkara mudah. Pasalnya, dua jenazah itu ada di dalam KRI yang tak bisa merapat ke garis pantai. Mulanya, evakuasi direncanakan menggunakan helikopter. Namun, karena cuaca buruk, helikopter tak bisa digunakan. “Kondisinya ombak sampai 5 meter, angin 40 km per jam, hujan lebat terutama di daerah pencarian,” kata dia.

Hasilnya tim SAR pun mengupayakan dengan menggunakan kapal yang lebih kecil untuk mengangkut kedua jenazah itu. Dari Pangkalan Bun dilaporkan bahwa dua jenazah itu akhirnya dibawa menggunakan tug boat milik warga tanpa pengawalan dari pihak TNI dan kini sudah berada di rumah sakit setempat.


Lebih jauh Soelistyo mengatakan, penyelam belum diturunkan pada Rabu lantaran cuaca buruk. Karena itu, diperkirakan para penyelam ini akan kembali melakukan pencarian di pagi hari apabila kapal yang mengangkut para penyelam ini merapat ke lokasi pencarian. (one)