Cuaca Cerah, 4 Helikopter Diterbangkan

Satu korban AirAsia yang ditemukan Basarnas, berjenis kelamin laki-laki. Foto: dok
Proses evakuasi korban AirAsia QZ8501 di Pangkalan Bun, Rabu (31/12). FOTO: YANUAR/AFP
Proses evakuasi korban AirAsia QZ8501 di Pangkalan Bun, Rabu (31/12). FOTO: YANUAR/AFP

POJOKSATU – Cuaca di Pangkalan Bun pagi ini cukup bersahabat untuk melakukan evakuasi jenazah dan pencarian badan pesawat AirAsia. Namun, cuaca cerah hanya bertahan hingga siang.

BMKG Pangkalan Bun menyebut cuaca akan berubah sekitar pukul 13.00 WIB manti. “Cuaca sekarang bagus, tinggi gelombang 2-3 meter, kecepatan angin 25 knot dan itu normal untuk penerbangan biasa, tapi untuk evakuasi tentu berkendala. Sedangkan jam 13.00 akan ada potensi hujan dengan intensitas sedang. Tapi tidak seburuk kemarin,” kata Kepala Stasiun Meteorologi Pangkalan Bun, Lukman Soleh, di Lanud Iskandar Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, Kamis (1/1/2015).

Ia menambahkan, cuaca seperti ini sudah terpola di Pangkalan Bun. Dia berharap helikopter segera melakukan proses evakuasi. Lanud Iskandar, Pangkalan Bun sendiri telah memberangkatkan hekikopter untuk melakukan proses evakuasi.

Tak tanggung empat helikopter diterbangkan untuk mendukung proses evakuasi. Tiga helikopter akan digunakan untuk melakukan pencarian di wilayah perairan Pangkalan Bun, diantaranya Helikopter Dolphin, Bolco, dan Puma. Satu helikopter Super Puma akan terlebih dahulu melakukan proses evakuasi tiga jenazah yang ada di KRI karena memiliki daya angkut lebih besar.


“Super Puma kita usahakan setelah hois kembali dulu ke sini refulling full tank kemudian lakukan searching maksimalkan di poin tiga,” tandas Danlanud Johnson. (one)