3 Kemungkinan Posisi Air Asia Saat Jatuh

Breaking_News

POJOKSATU – Kondisi pesawat AirAsia rute Surabaya-Singapura yang jatuh di Kalimantan Tengah masih menjadi perbincangan. Sejumlah pengamat penerbangan memperkirakan posisi jatuhnya pesawat nahas tersebut saat jatuh.

Berikut ini 3 perkiraan posisi pesawat saat jatuh.

1. Badan Pesawat Retak


Pengamat Penerbangan, Ruth Hana, memperkirakan pesawat AirAsia QZ8501 tersambar awan cumulonimbus di udara sehingga mesin mati dan pilot tidak bisa mengabarkan kondisi pesawat kepada Air Trafic Control (ATC).

Menurut Ruth, tersambarnya pesawat oleh awan cumulonimbus menyebabkan badan pesawat retak sehingga ketika menabrak air laut dan masuk ke dalam, badan pesawat tersebut pecah. “Tapi tidak hancur karena pengaruh kecepatan pesawat,” ujar dia.

2. Jatuh Menghantam Permukaan Laut

Ruth  Hana mengatakan, kemungkinan besar posisi pesawat AirAsia QZ8501 jatuh langsung menghantam permukaan air laut saat jatuh. Hal itu bisa dilihat dari adanya serpihan pesawat yang ditemukan di permukaan laut. “Itu Karena adanya temuan bangkai pesawat dengan ukuran cukup besar,” ujar Ruth.

Ruth memperkirakan saat terjatuh, kecepatan sekitar 900 km/jam karena masih berada di ketinggian 32 ribu kaki. “Kalau lebih dari itu, kemungkinan badan pesawat pecah dan hancur,” imbuhnya.

3. Mirip Tragedi Air France

Pakar penerbangan, Geoffrey Thomas, berpendapat, insiden hilang kontak pesawat AirAsia berkode penerbangan QZ8501 sama seperti tragedi jatuhnya pesawat Air France berkode penerbangan AF447 pada 2009.

Menurut Thomas, pilot QZ8501 kemungkinan menerbangkan pesawat dengan kecepatan terlalu rendah ketika bertemu dengan cuaca buruk yang ekstrem. “Para pilot berkeyakinan, kru (QZ8501) dalam upaya menambah ketinggian untuk menghindari badai, entah bagaimana menyadari bahwa mereka terbang terlalu lambat,” ujar dia.

“Dengan kecepatan itu, mereka tertarik ke aerodynamic stall, seperti yang terjadi dalam hilangnya Air France AF447 pada 2009,” lanjut Thomas. (one)