Pasukan Katak Evakuasi Korban Mulai Pukul 05.00

Panglima TNI Jenderal Moeldoko
Panglima TNI Jenderal Moeldoko
Panglima TNI Jenderal Moeldoko

POJOKSATU – Panglima TNI Jenderal Moeldoko memerintahkan Kepala Staf Angakatan Laut (KSAL) agar menerjunkan pasukan penyelam untuk melakukan mengevakuasi korban AirAsia.
Proses evakuasi besar-besaran dilakukan mulai pukul 05:00 besok. “Saya perintahkan KSAL agar unsur-unsur amfibi penyelam bawah air dengan kekuatan 47 orang sudah dikirim dengan Hercules pukul 05.00 WIB menuju sasaran,” tegas Jenderal Moeldoko di kantor Basarnas, Jl Angkasa, Jakarta Pusat, Selasa (30/12/2014) malam.

Pasukan TNI AL, kata Moeldoko, disiapkan untuk menghadapi tantangan ombak yang besar di lokasi evakuasi AirAsia QZ8501. Dia memastikan begitu cuaca besok bagus, evakuasi akan dimaksimalkan. “Saya sudah perintahkan pukul 05.00 WIB, sehingga pukul 06.00 WIB sudah bisa melakukan operasi,” ujarnya.

“Harapan saya pukul 06.00 WIB ombak tenang. Begitu (cuaca) baik dikerahkan optimum,” tegasnya.

Sebelumnya, Basarnas memberikan sinyal untuk melakukan evakuasi jenazah yang terapung di laut, malam ini. Pasalnya, dari 9 jenazah yang ditemukan tadi siang, baru 2 yang berhasil dievakuasi.


Selain melakukan evakuasi, Basarnas juga bakal terus melakukan pencarian badan pesawat di sekitar lokasi penemuan mayat. “Kalau nanti malam tinggi gelombang mereda, malam pun kalau mungkin evakuasi, saya perintahkan evakuasi,” ujar Kepala Basarnas FHB Soelistyo dalam jumpa pers di Kantor Pusat Basarnas, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (29/12/2014) malam.

Soelistyo mengatakan tinggi gelombang malam ini mencapai 3 meter sehingga mengganggu operasi pencarian dan evakuasi yang sudah berlangsung sejak siang tadi. Dia juga memberi catatan, operasi evakuasi itu dapat dilakukan dengan fasilitas lampu-lampu dan sistem di kapal yang memadai.

Soelistyo juga mengatakan kapal dari BPPT Baruna Jaya dan Asosiasi Survei Indonesia malam ini diberangkatkan dengan tujuan mencari sebagian besar badan pesawat di dasar laut. (one)