Nenek Umi Diselamatkan Ular saat Tsunami

Tsunami Aceh
Tsunami Aceh
Tsunami Aceh

POJOKSATU – Seribu satu macam cerita di balik tsunami 2004 yang meluluhlantakkan Aceh hingga menewaskan lebih dari 100.000 jiwa. Salah satunya datang dari Umi Kalsum (58). Nenek yang akrab disapa Mak Sum ini selamat dari maut berkat bantuan seekor ular.

Umi Kalsum menceritakan kronologi perisitiwa yang dialaminya Pada Minggu pagi(26/12/2004). Saat itu, kata Umi Kalsum, dirinya sedang asyik menanam bunga di perkarangan rumannya di Desa Alu Naga, Kabupaten Aceh Besar. Tiba-tiba bumi bergoyang dihempas gempa berkekuatan 9,1 skala Ricter.

Beberapa menit setelah gempa orang berlarian sambil berteriak air laut naik. “Mak jangan lari, kata anak saya, itu air laut sudah naik. Saya lari sama cucu saya yang saat itu umurnya 5 tahun,” cerita Umi.

Belum jauh Umi berlari, tiba-tiba tubuhnya terhempas gelombang tsunami, cucunya terlepas dari genggaman tangannya. “Kami sudah teraduk-aduk dalam air, sesaat sempat saya liat cucu saya dalam air, saya coba raih tapi tidak dapat, yang ada tangan saya kesangkut di pagar, ini hampir putus,” kisah Umi.


Umi Kalsum pun hilang kesadarannya karena terombang-ambing gelombang pekat tsunami. “Saya sadar pertama sudah di jembatan ini (Jembatan Kajhu), ya subhanallah mulut ular itu di depan mata saya, tubuh saya itu dililitnya,” ujar Umi Kalsum dalam bahasa Aceh.

Umi tidak tahu sejak kapan ular tersebut bersamanya. “Ada yang lihat orang sini, katanya saya dibawa ular hingga ke tengah sungai, dipikir saya sudah nggak selamat,” tutup Umi. (one)