Buya Yahya Beberkan Keutamaan Malam Nifsu Syaban

Buya Yahya (ist1)

POJOKSATU.id, JAKARTA— Sebagaimana sudah banyak diketahui bahwa malam Nisfu Syaban merupakan salah satu malam yang spesial di bulan Sya’ban.


Buya Yahya menjelaskan malam tersebut menjadi malam yang spesial, salah satunya adalah karena Allah akan mengampuni dosa semua makhluk-Nya.

Namun, ada dua golongan yang tidak akan diampuni dosanya oleh Allah, meskipun ia sudah memperbanyak istighfar.

“Allah membagi-bagikan pengampunan pada malam Nisfu Sya’ban kepada semua makhluk-Nya, kecuali doa orang yang tidak mendapat pengampunan dari Allah di malam Nisfu Syaban,” ujar Buya Yahya dilansir dalam kanal youtube Al-Bahjah TV, Minggu (12/2).


Baca Juga :

Ustaz Adi Hidayat : Bulan Syaban Rasulullah SAW Melakukan Puasa Lebih Banyak Lagi

Pada malam Nisfu Sya’ban, Allah SWT membagikan pengampunan pada seluruh makhluknya secara cuma-cuma.

Hal tersebut memang merupakan salah satu hal yang spesial di malam Nisfu Sya’ban

ÔÇťAdapun spesial di malam Nisfu Sya’ban, memang ada di sana. Isyarat oleh baginda Nabi tentang kelebihan malam Nisfu Sya’ban,” kata Buya Yahya.

Buya Yahya mengatakan bahwa setiap saat Allah melihat hambaNya. Namun, pada malam tersebut, Allah memberikan pandangan khusus kepada para hamba-Nya.

“Bagaimana pandangan Allah pada hambaNya? Ya pandangan khusus kepada seorang hamba yang berdosa, adalah dengan pengampunan. Hamba terkasih dengan tambahan rahmat dan berkah,” ungkapnya.

Jika seorang hamba tidak punya dosa, maka dipandang dengan rahmat, ditambahkan berkah di dalam hidupnya. Sedang jika seorang hamba memiliki dosa, maka Allah akan mengampuni dosa orang tersebut.

“Maka mari di malam Nisfu Sya’ban nanti kita meningkatkan istighfar kita, ibadah yang sangat luar biasa itu istighfar,” imbau Buya Yahya.

Namun, ada dua golongan atau orang yang tidak akan diampuni oleh Allah SWT meskipun pada malam Nisfu Sya’ban, siapakah orang itu?

“Yaitu musyrik, orang yang menyekutukan Allah. Kemudian yang kedua dari ahli iman, orang yang mempunyai kebencian dan dendam serta permusuhan dengan saudara,” ungkap Buya Yahya.

Hukum Berpuasa di bulan Sya’ban

Buya Yahya menjelaskan, Nabi Muhammad menunjukkan perhatiannya kepada bulan Sya’ban dengan banyak berpuasa hingga hampir penuh satu bulan.

“Beliau (Nabi Muhammad) semangat berpuasa di bulan Sya’ban, ayo kita hidupkan di bulan Sya’ban dengan beribadah puasa, khususnya yang punya utang, sempurnakan utangnya di bulan Sya’ban,” ucap Buya Yahya.

Karena itu, hukum berpuasa di bulan Syaban adalah sunnah yang dianjurkan.

Bulan Sya’ban itu adalah bulan persiapan menuju bulan Ramadhan.

Sehingga, sesuai ajaran Nabi Muhammad hendaknya umat Islam memperbanyak amalan dan ibadah sebelum memasuki bulan suci Ramadhan. (ikror/pojoksatu)