10 Wisata Dieng dengan Pesona Alam yang Menakjubkan

POJOKJOGJA – Dieng Plateau atau lebih dikenal dengan Dataran Tinggi Dieng, masuk ke dalam wilayah Kabupaten Wonosobo dan Banjarnegara. Dataran Tinggi Dieng memiliki banyak wisata yang memiliki pesona alam yang menakjubkan. Di Dieng kamu akan dimanjakan dengan beragam fenomena alam yang menarik. Berikut 10 wisata Dieng dengan pesona alam yang menakjubkan.

Telaga Merdada

Telaga Merdada merupakan telaga yang paling luas di Dieng. Berlokasi di Desa Karangtengah, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, wisata ini terlihat seperti sebuah kaldera bekas letusan dari gunung berapi yang kemudian terisi air.


Telaga ini disebut-sebut sebagai telaga terluas di Dieng. Uniknya, telaga ini tidak memiliki sumber mata air. Kendati demikian, kamu tidak bisa melewati telaga ini karena memiliki lumpur yang lembek. Kamu bisa terjebak di bawah lumpur.

Gunung Prau

Gunung Prau sangat cocok bagi kamu yang senang mendaki. Tapi perlu diingat, untuk mendaki Gunung Prau diperlukan kondisi fisik prima, agar bisa selamat sampai puncak.

Meski tak sepopuler pendakian Gunung Sumbing, Merapi, dan Sindoro, mendaki gunung Prau memiliki keasyikan tersendiri karena pemandangan indah yang bisa dilihat sepanjang perjalanan.

Ada pun jalur pendakian bisa lewat Dieng maupun Kendal. Gunung Prau memiliki ketinggian 2.565 meter di atas permukaan air laut, lebih pendek dibanding jalur pendakian yang lain. Salah satu lokasi pendakian Gunung Prau yang populer ialah bukit Teletubbies.

Bukit Sikunir Dieng

Bukit ini berlokasi di Desa Sembungan. Dari Bukit Sikunir kamu dapat melihat pemandangan sunset yang menakjubkan. Waktu terbaik untuk menikmati keindahan matahari pagi adalah musim kemarau, kamu akan menikmati sunrise yang menakjubkan.

Telaga Pengilon

Lokasi Telaga Pengilon bersebelahan dengan Telaga Warna. Kendati demikian, kedua telaga ini memiliki karakteristik yang berbeda. Telaga Pengilon memiliki air yang bening, jernih, tak seperti Telaga Warna yang memiliki air yang berwarna. Telaga Pengilon memiliki ukuran yang lebih kecil dibandingkan dengan telaga warna. Ada pun nama Telaga Pengilon diambil dari bahasa Jawa yang berarti telaga yang bisa digunakan untuk berkaca. Hal itu sesuai dengan karakter dari Telaga Pengilon yang memiliki air yang bening seperti kaca.

Telaga Warna

Salah satu destinasi wisata Dieng yang tak pernah sepi pengunjung ialah Telaga Warna. Telaga ini digemari karena air telaga yang bisa berubah-ubah jika terkena paparan sinar matahari. Airnya bisa berwarna hijau, merah, biru dan putih.

Telaga yang berada di ketinggian 2.000 meter di atas permukaan air laut ini, memiiki kandungan sulfur tinggi, sehingga membuat warna air berubah-ubah. Telaga yang memiliki warna ini adalah danau vulkanik yang isinya adalah air bercampur dengan belerang. Sehingga jika terkena sinar matahari, telaga bisa memantulkan sinar yang warna warni diakibatkan oleh kandungan mineralnya.

Batu Ratapan Anging

Batu Ratapan Angin merupakan sebuah tebing yang dekat dengan Telaga Warna. Di atas tebing tersebut, kamu bisa menyaksikan pemandangan Telaga Pengilon dan Telaga Warna dari ketinggian. Untuk sampai di batu ini kamu harus mendaki bukit yang lumayan melelahkan. Namun, di atas tebing lelahmu akan terbayarkan dengan pemandangan yang indah.

Telaga Dringo

Telaga yang satu ini tak sepopuler telaga Dieng lainnya dikarenakan medan untuk mencapai lokasinya yang sulit. Karena sedikit pengunjung, Telaga Dringo memiliki suasana tenang, sangat pas untuk dijadikan tempat camping. Kamu bisa menikmati pemandangan telaga sambil menikmati indahnya perbukitan hijau disekitar Telaga Dringo.

Telaga Menjer

Telaga Menjer terletak di Desa Maron, Garung, Wonosobo, merupakan telaga alami yang terbentuk karena letusan Gunung Pakuwaja. Di sana kamu bisa menikmati indahnya telaga dan menyusuri telaga dengan menggunakan perahu sewa.

Curug Sirawe

Curug ini berlokasi di Dusun Bitingan, Desa Kepakisan, Kecamatan Batur, air terjun dengan ketinggian 80 meter inilah yang menjadi daya tarik bagi wisatawan yang berlibur ke Dieng. Menariknya, air terjun ini memiliki dua jenis air yaitu air panas dan dingin.

Kawah Sileri

Inilah kawah yang paling luas di Dieng. Berlokasi di Desa Kepakisan, kawah ini pernah meletus beberapa kali yaitu pada 1944, 1964, 1984, 2003, dan 2009. Namun, kini kondisi kawah ini sudah dinyatakan aman.

Kawah ini memiliki luas 4 hektar. Ada pun nama Sileri, berasal dari bahasa Jawa leri yang berarti air sisa cucian beras. Warna airnya yang keperakan, tampak keruh seperti leri ini yang mendasari penamaan kawah tersebut.

(ika)