Coklat Bikin Gendut? Ah Kiata Siapa, Bohong Kali!

Coklat adalah cemilan enak yang digemari masyarakat, baik tua muda, anak kecil maupun dewasa. Namun, ada sebagian orang menghindari coklat karena takut gemuk.

“Memang sih banyak yang takut makan cokelat, apalagi perempuan. Alasannya macam-macam, takut gemuk, ‎takut diabetes. Padahal itu mitos yang tidak benar,” kata Nur Abduh, Sabtu (8/4).

Dijelaskan Nur, cokelat yang bagus 32 persennya mengandung kakao.‎ Selain itu komposisinya tidak terlalu banyak susu dan gula sehingga rasa cokelat asli tidak hilang.

Yang terjadi sekarang, cokelat didominasi gula dan susu sehingga rasa manisnya sangat kuat. Inilah yang membuat kegemukan dan diabetes.


“‎Menghindari kegemukan dan diabetes itu menggunakan coklat couverture dark dengan kadar kakao 70 persen dan gulanya sedikit.

Harus tetap ditambahkan gula karena kalau tidak, kurang enak rasanya. Apalagi orang Indonesia suka cokelat compund yang cenderung candy. Jadi yang bikin gendut itu gula dan susu berlebihan, bukan cokelatnya,” bebernya.

Hal inilah yang membuat GMK memproduksi Colatta Compound Series dan Colatta Couverture Series, cokelat premium dengan rasa yang kaya dan istimewa karena dibuat dari kakao pilihan dari beberapa wilayah di Indonesia.

Cokelat jenis ini cocok untuk masyarakat yang mengindari kegemukan dan diabetes.

“Dengan karakter unik ini, cokelat kami‎ bukan hanya bisa bersaing di pasar Indonesia tapi juga internasional sebagai cokelat Indonesia yang berkualitas,” tambah Imam Setia, Creative and Corporate Communications Manager GMK.

Penyajian cokelat ini, lanjut Nur, tidak hanya dimakan langsung, tapi juga bisa dibuat cake, praline, atau dicampur dengan buah.‎ Bisa juga untuk masker karena kandungan kakaonya tinggi.

“Biji kakao mengndung minyak seperti olive oil yang bisa melembutkan bahkan bisa untuk terapi body masker,” terang Nur.

(esy/jpnn)