Penulis:

Budiansyah, S. Pd (Mahasiswa Magister Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung)

Dr. Hj Heni Noviarita, S. E., M. Si. (Dosen Pembimbing Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung)

Sekolah-sekolah di Bandar Lampung terus berinovasi dalam menciptakan kegiatan yang tidak hanya mendidik secara akademik tetapi juga memperkuat karakter siswa.

Salah satu inovasi tersebut adalah program Market Day, sebuah kegiatan wirausaha yang menjadi wadah bagi siswa untuk belajar dan mempraktikkan nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila.

Program ini bertujuan untuk mengembangkan dimensi “Kreatif” dan “Berkebhinekaan Global” pada siswa, sekaligus membekali mereka kemampuan mengidentifikasi potensi ekonomi lokal.

Meski kegiatan ini memiliki banyak manfaat, pelaksanaannya tentu dihadapkan pada berbagai tantangan.

Salah satunya adalah bagaimana mengintegrasikan konsep Profil Pelajar Pancasila ke dalam aktivitas wirausaha secara konkret.

Selain itu, memastikan bahwa siswa benar-benar memahami bagaimana produk mereka dapat dikaitkan dengan potensi lokal membutuhkan pendampingan intensif dari guru dan orang tua.

Untuk menjawab tantangan tersebut, sekolah mendesain program Market Day dengan pendekatan berbasis kearifan lokal.

Siswa diajak untuk mengeksplorasi potensi ekonomi daerah, seperti bahan makanan khas Lampung (pisang, kopi, dan ubi) atau kerajinan tradisional (tapis miniatur).

Dalam proses ini, siswa belajar menggali ide produk dengan memanfaatkan potensi tersebut, menciptakan inovasi sederhana, dan memasarkan produk mereka.

Sebelum acara berlangsung, siswa mendapatkan pembekalan terkait:

1. Identifikasi Potensi Lokal: Guru mengajak siswa berdiskusi tentang keunikan daerah mereka.

2. Pembuatan Produk: Siswa memproduksi barang yang mengusung tema lokal, seperti makanan berbasis pisang atau kerajinan berbahan tapis.

3. Strategi Berjualan: Siswa dilatih tentang cara menarik perhatian pelanggan dan memberikan pelayanan terbaik.

Pada hari pelaksanaan, lapangan sekolah menjadi pasar mini yang menghidupkan suasana lokal.

Siswa tidak hanya menjual produk mereka, tetapi juga menceritakan nilai budaya dan potensi lokal yang diusung kepada pengunjung.

Market Day terbukti menjadi kegiatan yang efektif dalam memperkuat dimensi Profil Pelajar Pancasila.

Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya menjadi kreatif tetapi juga memiliki kesadaran akan potensi lokal yang ada di sekitar mereka.

Dimensi “Kreatif” dikembangkan melalui inovasi produk lokal, sedangkan dimensi “Bernalar Kritis” diasah saat siswa menganalisis potensi dan membuat strategi pemasaran.

Selain itu, siswa juga menjadi lebih memahami pentingnya keberagaman budaya dan sumber daya lokal sebagai aset untuk masa depan.

Orang tua dan masyarakat pun melihat bahwa program ini mampu menanamkan nilai-nilai Pancasila secara praktis dan aplikatif.

Melalui Market Day, sekolah berhasil mengintegrasikan pendidikan karakter Profil Pelajar Pancasila dengan kegiatan wirausaha. D

engan bekal kemampuan mengenali dan memanfaatkan potensi lokal, siswa tidak hanya belajar menjadi wirausahawan kecil tetapi juga menjadi generasi penerus yang siap memajukan perekonomian daerah secara berkelanjutan. ***