POJOKSATU.id — Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menegaskan bahwa isu pemutusan hubungan kerja (PHK) massal di PT Gudang Garam Tbk tidak benar.
Menurutnya yang terjadi adalah program pensiun dini yang sudah ditawarkan sejak lama oleh manajemen perusahaan kepada sebagian kecil karyawan.
Khofifah menjelaskan bahwa sebanyak 200 karyawan telah mengajukan pensiun dini dan proses tersebut berlangsung cukup lama.
“Terkait PHK massal, yang terjadi bukan PHK massal, melainkan pensiun dini yang ditawarkan oleh manajemen PT Gudang Garam,” ujarnya.
Baca Juga: Jadwal Seleksi PPPK Khusus Guru 2025, Pengumuman Calon Guru pada 12 September!
Isu PHK massal ini awalnya mencuat setelah video viral di media sosial memperlihatkan momen perpisahan pekerja di pabrik Gudang Garam Tuban, Jawa Timur.
Video tersebut memicu spekulasi bahwa ribuan karyawan terkena PHK, terlebih di tengah penurunan laba bersih perusahaan pada semester I-2025 yang anjlok hingga 87,3 persen menjadi Rp117,16 miliar.
Kepala Disnakertrans Jatim, Sigit Priyanto, juga memastikan bahwa informasi PHK massal tidak benar.
Ia menuturkan sudah mengecek langsung kepada pihak manajemen dan pekerja.
“Itu ada program pensiun dini. Sudah 200 yang ikut, dan semuanya sudah dipenuhi,” ungkapnya.
Manajemen Gudang Garam sebelumnya juga mengeluarkan klarifikasi resmi bahwa pabrik di Tuban tetap beroperasi normal dengan jumlah karyawan sekitar 800–850 orang.
Meski demikian, laporan tahunan perusahaan menunjukkan adanya tren penurunan jumlah karyawan dalam lima tahun terakhir.
Dari 32.491 orang pada 2019, jumlahnya berkurang menjadi 30.308 di tahun 2024.
Penurunan ini diduga sebagai bagian dari restrukturisasi akibat kenaikan tarif cukai rokok serta maraknya peredaran rokok ilegal di pasaran.***
Baca dan kirim komentar untuk artikel lainnya melalui apps kami:
Versi Android: https://play.google.com/store/
versid iOS: https://apps.apple.com/app/
Channel Whatsapp: https://www.whatsapp.com/
Fanpage edugov: https://www.facebook.com/




