Oleh: Santi Agustina, mahasiswa Program Doktor FKM Universitas Hasanuddin Makassar

Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia masih menjadi perhatian serius. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) dalam Profil Statistik Kesehatan 2023, AKI di Indonesia mencapai 189 kematian per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2020. (bps.go.id).

Penyebab utama kematian ibu di Indonesia meliputi perdarahan, hipertensi dalam kehamilan, infeksi, dan komplikasi lainnya.

Upaya untuk menurunkan AKI memerlukan peningkatan akses dan kualitas layanan kesehatan bagi ibu hamil dan melahirkan, serta edukasi mengenai kesehatan reproduksi. (dataindonesia.id).

Kepemimpinan memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan bayi.

Pemerataan pelayanan Kesehatan sampai ke tempat tempat yang mudah terjangkau oleh masyarakat, serta dibutuhkannya tenaga kesehatan yang selalu ada setiap saat.

Di kota-kota besar, fasilitas kesehatan lebih lengkap, tetapi di daerah terpencil sering terjadi kekurangan tenaga medis, alat kesehatan, dan obat-obatan.

Di beberapa daerah distribusi penyebaran dokter dan tenaga medis masih belum merata , sehingga tidak semua masyarakat dapat merasakan pelayanan kesehatan.

Kita mengetahui bahwa salah satu faktor utama yang berkontribusi terhadap tingginya AKI dan AKB adalah "Model Tiga Keterlambatan" (Three Delays Model).

Model ini menjelaskan berbagai hambatan yang dihadapi ibu hamil dalam mendapatkan pelayanan kesehatan yang optimal, terutama saat persalinan dan masa nifas.

Dampak yang terjadi jika hal tersebut terjadi adalah meningkatkan risiko kematian ibu dan bayi. Akibat keterlambatan dalam mendapatkan perawatan, komplikasi kehamilan yang lebih parah, seperti eklampsia yang tidak tertangani dapat menyebabkan kejang hingga kematian.

Serta dampak psikologis pada ibu, seperti kecemasan, stres, hingga postpartum blues akibat pengalaman persalinan yang sulit.

Oleh sebab dibutuhkan seorang pemimpin di daerah yang dekat dengan lingkungan masyarakat khususnya kepemimpinan di tingkat RT/RW/desa, agar dapat mengkoordinir dan dapat bekerjasama dengan warga apabila ada warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan cepat.

Segala sesuatu yang berhubungan dengan pelayanan yang dibutuhkan ibu dan bayi khususnya pada saat persalinan dan nifas.

Keterlibatan multidisiplin dari tenaga kesehatan, pemerintah, dan masyarakat untuk mengatasi berbagai hambatan tersebut.

Dengan strategi yang tepat, angka AKI dan AKB dapat ditekan, sehingga meningkatkan keselamatan ibu dan bayi di Indonesia.***