Muhidin Penjual Agar-agar yang Alami Kebutaan, Serasa Ada Kabut Tebal, Berjualan Kerap Terjatuh

TETAP SEMANGAT : Muhidin penjual agar-agar tetap berjualan walau kekurangan penglihatan. Foto : Ilabela/RadarCianjur/Pojoksatu.id
TETAP SEMANGAT : Muhidin penjual agar-agar tetap berjualan walau kekurangan penglihatan. Foto : Ilabela/RadarCianjur/Pojoksatu.id
TETAP SEMANGAT : Muhidin penjual agar-agar tetap berjualan walau kekurangan penglihatan. Foto : Ilabela/RadarCianjur/Pojoksatu.id

POJOKSATU – Meski memiliki kekurangan penglihatan, tak menyurutkan tekad Muhidin (39) seorang penjual agar-agar keliling untuk mencari penghasilan. Meski harus dibantu tongkat sebagai pemandu diapun harus memikul boks agar-agar keliling ke sekolah-sekolah.

barang dagangan berupa agar-agar Muhidin masih terlihat penuh. Dia pun sesekali terlihat terpingkal-pingkal dan meraba-raba jalanan dengan tongkatnya.

Tangan kiri harus memegang pikulan bambu dengan barang dagangan boks warna biru, sementara tangan kananya memegang tongkat penunjuk arah. Dia pun harus terhenti sejenak menghilangkan lelah.

Ya seperti itulah keseharian Muhidin untuk mencari sesuap nasi. Warga Kampung Babakan Kaler RT 02/16 Bojongherang Kecamatan Cianjur. Diakuinya setiap hari Mang Dede, sapaan akrabnya hanya bekerja sebagai penjual agar-agar yang harga per cup nya hanya Rp1000. Agar-agar dengan tampilan sederhana yang hanya dihiasi dengan meses dan susu ini dahulunya selalu menjadi dambaan dan cemilan yang paling ditunggu anak-anak sekolahan setingkat dasar.


Dede mengaku, saat ini penjualan agar-agar sedikit menurun dibandingkan sebelumnya. Waktu dulu dirinya selalu bisa menyediakan sekitar 350 cup perhari dalam tanggungannya, dan sedikitnya membawa sebanyak 100 cup.

Tapi kini semenjak penglihatannya berkurang sejak tahun 2001, ia hanya mampu membawa sekitar 40 hingga 50 cup. Ini disebabkan karena ia sulit berjalan, bukan karena ia tuna daksa, tapi karena matanya dipenuhi kabut yang tebal. Dede hanya bisa melihat bayang-bayang tak jelas.

“Melihat itu (menunjuk mobil,red) saya cuma bisa lihat atasnya saja, semuanya seperti melayang, berwarna abu dan terhalang semacam kabut tebal,” keluhnya.

Setiap berjualan, Dede tidak selalu dalam keadaan mulus. Banyak halangan dan rintangan yang harus ia hadapi. Tak banyak yang tahu, dari penampilan nya yang terlihat gagah ini ternyata memiliki kekurangan.

Pasalnya ia tak bisa melihat dikarenakan faktor keturunan yang ia dideritanya. Di keluarganya tak hanya Dede sendiri yang alami kebutaan, tapi kedua adiknya serta ibunya pun mengalami hal yang sama. Hanya saja, untuk kedua adiknya, penglihatannya tidak seperti yang Dede derita. “Mereka masih bisa melihat walau hanya sebelah,” ungkapnya.

Ketika lelah, Dede hampir tidak bisa melihat sama sekali seluruhnya terasa gelap gulita. Dede selalu berusaha untuk bisa mengobati penyakitnya ini, tapi apa daya usahanya masih belum berhasil hingga sekarang.

Pengobatan itu dilakoninya ke puskesmas, rumah sakit, bekam, tetes mata sampai herbal shop, demi mendapatkan kesembuhan. “Selama sembilan tahun saya minum obat hampir satu kresek kecil, tapi tak ada perkembangan,” ucapnya.

Kini setiap berjualan, Dede harus ditemani tongkat kayu kecil sebagai penunjuk arah jalan. Menyusuri jalan setapak demi setapak dengan perlahan ia geluti. Tak mudah, berjalan dengan cara seperti itu, banyak kendala yang ia hadapi. “Kalau lagi nyusuri jalan atau gang sering jatuh dan terperosok, gak pernah ada yang nolongin sampe tanggungan juga sudah beberapa kali ganti,” jelas Dede.

Karena sering terjadi hal seperti itu, Dede pun beralih ia memilih untuk berjualan di jalan. Dengan harapan ketika ia berjualan dan mengalami musibah ada yang mau membantunya tidak seperti ketika ia berjualan di dalam gang. “Jualan di jalan pun tak semulus yang saya pikirkan, selalu tergelincir ketika berada di trotoar,” ungkapnya.

Dalam benaknya, ia pun memiliki keinginan untuk bisa menikah, dan berharap bisa mendapatkan wanita yang sabar yang mau menerima dia apa adanya. “Saya pun ingin memiliki seorang anak laki-laki agar lebih bisa membantu dalam pekerjaan saya ini,” paparnya.(cr1/dep)