Kisah Ece Abdurahman Angkat Koi Cipanas ke Kancah Internasional, Dapat Penghargaan Presiden

KOI CIPANAS: Ece Abdurahman peternak ikan koi yang kembangbiakan koi asli Cipanas.
KOI CIPANAS: Ece Abdurahman peternak ikan koi yang kembangbiakan koi asli Cipanas.
KOI CIPANAS: Ece Abdurahman peternak ikan koi yang kembangbiakan koi asli Cipanas. foto : Farhan / Pojoksatu.id

Pria yang kerap disapa Ua Ece, sudah dikenal para pecinta ikan koi di tanah air. Bermula dari kecintaannya terhadap ikan kesukaan para kaisar di Jepang, kini lelaki bernama lengkap Ece Abdurahman memiliki puluhan kolam penangkaran ikan koi di Desa Sindanglaya Kecamatan Cipanas. Bahkan dia berhasil mendorong adanya pusat promosi ikan koi dan memperkenalkan ikan koi Cipanas ke dunia Internasional.

BERAWAL dari kegiatan sejumlah pengusaha ternama dari negara Matahari Terbit yang berniat mengembangbiakan sejumlah ikan koi di  daerah Cipanas di era 80-an, ikan mahal itu masuk ke dataran tinggi Cipanas. Ikan jenis koi memang bukan sembarang ikan yang dikembangkan, sebab ikan ini pilihan dan berkualitas tinggi.

“Saya waktu itu jadi pengelola ikan saja, para orang berduit. Nah dari situ ternyata diakui para pengusaha asal Jepang ikan koi dikembangbiakan di Cipanas memiliki kualitas unggul,” tutur Ketua Forum Komunikasi Pusat Pelatihan Mandiri Kelautan dan Perikanan (P2MKP) Kabupaten Cianjur Ece Abdurahman saat dijumpai di kolamnya.

Bahkan digadang-gadang ikan koi yang dikembangbiakan di Cipanas ternyata hasilnya jauh lebih baik dari yang dihasilkan di daerah Jepang. Tentunya itu membuat pengusaha tersebut kaget, karena selama ini ikan koi dari Jepang yang menjadi terbaik di muka bumi.


Ece mengaku, saat itu ikan koi Cipanas sendiri memiliki bentuk badan dan warna dasar yang unik. “Ikan koi asal Cipanas itu, hasil penelitian memang unggul. Mulai dari jenis kohaku, showa, ogon, tumbuh dengan baik,” tuturnya.

Namun selang beberapa bulan setelah ikan itu dikembangbiakan di Cipanas, terjadilah insiden aneh. “Tiba-tiba ikan koi yang saya kelola itu mati secara mendadak, diduga ada yang meracuni dengan sejenis penyakit. Hingga akhirnya ikan yang sudah dikembangkan tadi habis,” tuturnya.

Nah selang beberapa tahun Ua Ece berusaha mandiri. Hingga mendirikan Kelompok Tani Budidaya Ikan Hias Mina Mutiara. “Setelah insiden matinya ikan koi itu, saya berdiri sendiri. Alhasil saya berhasil mengembangkan puluhan ekor ikan koi, namun ternyata ikan koi yang saya hasilkan itu tidak sebaik yang dikembangkan diawal,” tuturnya.

Meskipun demikian setelah, mengikuti beberapa kontes baik di tingkat daerah ataupun nasional, ikan koi miliknya itu berhasil menjadi juara. Bahkan, ada beberapa ekor yang ditawar puluhan juta rupiah. “Hasilnya diakui orang Jepang ikan koi Cipanas itu menjadi nomor 2 kualitasnya di dunia. Ya, sayangnya jika dulu ikan yang saya kembangkan itu tidak mati kemungkinan di Cipanas itu penghasil ikan koi terbaik di dunia,” terangnya.

Dari berbagai pengalaman yang diperolehnya dalam mengembangkan ikan koi, dirinya tetap optimis bisa menghasilkan ikan koi terbaik. Sehingga berbagai perawatan yang dinilai orang awam rumit dilakukannya.

“Hasilnya tidak sia-sia ikan koi saya bisa menjadi juara nasional. Saya juga bersyukur bisa mendapat penghargaan langsung dari bapak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono beberapa tahun silam,” paparnya.

Dengan raihan prestasi yang diperolehnya itu, tidak membuatnya besar kepala. Nampak pria yang usianya sudah setengah abad itu kerap tampil dengan pakaian dan gaya hidup yang sederhana.

“Bagi saya ini sebuah tugas dan saya mengharapkan potensi ikan koi itu harus benar – benar dikembangkan. Makanya saya harapkan dukungan aktif pemerintah untuk mendorong kemajuan para peternak ikan koi itu sendiri,” terangnya.

Saat ini, tidak hanya tamu dari pemerintah saja dan para pecinta koi di Cianjur yang mendatanginya. Lantaran, para wisatawan asing asal Jepang kerap sengaja mendatangi kolam ikan koi milik Ua Ece di Kampung Tarigu RT 02/09.

“Alhamdulilah piagam dari pemerintah hingga berbagai even organizer sudah saya dapat. Lebih jauh saya harapkan pemasaran ikan koi itu haruslah optimal,” tuturnya.

Seharusnya, pemerintah ikut mendorong pengembangan ikan koi ditingkatan peternak. Salah satu upayanya pengembangan ikan koi itu dengan menghasilkan kualitas ikan koi sesuai dengan keinginan pasar. “Ikan koi itu tidak sembarang pasar, namun ada kriteria khusus layak jual. Kami harapkan, pemerintah bisa pro aktif mendorongnya. Lantaran, tak jarang para petani ikan hias keterbatasan anggaran,” ujarnya.

Diakui pria asal Cipanas itu selama ini para petani itu hanya mengeksplorasi sendiri untuk mengembangkan ikan kelas menengah keatas itu. Pasalnya, pembinaan dan bantuan modal terhadap pembudidayaan ikan koi itu masih minim.

“Kami tumbuh dengan sendirinya, akan tetap itu bukan berarti kami bisa berdiri sendiri. Sehingga sudah seharusnya pemerintah memperhatikan kami. Apalagi mengingat iklim dan cuaca Cipanas itu mendukung pengembangan ikan koi jadi ini potensi yang layak untuk diperhatikan serius,” tandasnya.(fhn/dep)