Kementan Dukung Gertasi Perkuat Kelembagaan Petani

Persediaan Gabah Maros Naik 72 Persen di Tengah Pandemi Corona
Ilustrasi Petani

POJOKJABAR.id, JAKARTA – Pembangunan pertanian tidak lepas dari peran elemen masyarakat. Para pakar, akademisi, tokoh adat, tokoh agama, hingga organisasi/komunitas memiliki andil penting terhadap sektor pertanian Indonesia.


Itu pula yang menjadi latar adanya Gerakat Tani Syarikat Islam (Gertasi). Mereka tersebut melaukan ekspansi ke daerah-daerah dalam rangkat memperkuat basis SDM pertanian. Salah satunya di Kalimantan Selatan.

DPP Gertasi dengan menggandeng Bank Kalsel belum lama ini melantik kepengurusan DPW Provinsi Kalsel. Keberadaan Gertasi di ‘Borneo’ diharapkan mampu memperkuat dan membantu pemerintah untuk mengakselerasi pertanian di bumi Kalsel.


“Gertasi bertujuan mensinergiskan upaya peningkatan kapasitas kelembagaan petani dan kelembagaan ekonomi petani agar mempunyai kemampuan membaca perkembangan pasar produk produk pertanian,” ujar Ketua Umum Gertasi, Wahid Erawan.

Wahid berharap eksistensi Gertasi Kalsel mampu membangkitkan sektor pertanian di Kalimantan. Termasuk memperkuat sinergi dengan para pemangku kepentingan, untuk bersama-sama membangun pertanian melalui program-program yang digalakan pemerintah.

“Misalnya IPDMIP, seleras dengan visi-misi organisasi kami. Yakni bagaimana memberdayakan penyuluh dan petani,” kata Wahid.

Senada, Ketua Gertasi Kalsel, Cecep Sodikin mengatakan pihaknya akan berupaya terus mendorong peningkatan produksi dan pendapatan para petani. Menurutnya peluang itu amat terbuka lebar karena pasar komoditas pertanian sangat prospektif.

“Apalagi lagi saat ini Bank Kalsel selaku banknya orang Banua mendukung penuh kegiatan pertanian di Kalimantan Selatan,”ujar pria yang juga Praktisi Pertanian dan Konsultan Pertanian Bank Kalsel tersebut.

Sementara, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian (Kementan) Dedi Nursyamsi menambahkan pentingnya peran serta organisasi profesi maupun organisasi sosial kemasyarakatan. Utamanya yang berorientasi pertanian.

“Maka dari itu kami sangat mendukung tercapainya peningkatan kelembagaan petani dan lembaga ekonomi petani seperti Gertasi,” jelas Dedi.

Menurut Dedi, kelembagaan petani yang kuat didukung lembaga ekonomi petani yang sehat, sangat besar sekali pengaruhnya terhadap proses produksi dan proses pemasaran hasil-hasil pertanian.

“Sehinngga apa yang kita cita-citakan bersama, yaitu mensejahterakan petani bisa terwujud,” pungkas Dedi.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menjelaskan kunci dari peningkatan kesejahteraan petani adalah memperkuat hilirisasi pertanian dan mengembangkan pertanian modern. Dijelaskannya, ada beberapa ciri pertanian modern. Di antaranya penggunaan varietas unggul dengan potensi hasil tinggi (High Yiedling Variety), Pemanfaatan sarana prasarana pertanian modern (Alsintan), Pemanfaatan IOT melalui smart agriculture dan SDM pertanian yang unggul yang mampu menggenjot produktivitas;

“Maka dari itu, pengelola dan penyuluh pendamping di lokasi IPDMIP harus mempunyai semangat untuk meningkatkan kapasitas penguasaan teknologi bagi penyuluh maupun petani. Manfaatkan segala media informasi untuk dapat mempublikasikan keberhasilan kegiatan IPDMIP,” jelasnya.

“Saya mengharapkan segenap pengelola dan penyuluh pendamping di lokasi IPDMIP untuk mengembangkan kapasitas usaha poktan dan gapoktan untuk menjadikannya korporasi petani,” tutup SYL-sapaannya