POJOKSATU.id, KARAWANG - Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, drg. Putih Sari, terus mendorong penguatan kualitas sumber daya manusia melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sosialisasi program nasional tersebut digelar di Kelurahan Nagasari, Kecamatan Karawang Barat, Senin (11/5/2026).

Dalam kegiatan yang dihadiri masyarakat, kader, serta sejumlah tokoh setempat itu, drg. Putih Sari menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis bukan sekadar bantuan makanan untuk anak-anak sekolah, melainkan investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan mampu bersaing di tingkat global.

Menurutnya, Indonesia saat ini menghadapi tantangan besar terkait kualitas sumber daya manusia di tengah jumlah penduduk yang sangat besar. Karena itu, pemerintah perlu hadir memastikan generasi muda memperoleh asupan gizi yang cukup sejak dini.

“Kita adalah negara keempat terbesar di dunia dengan 268 juta penduduk. Jika generasi yang lahir bukan generasi unggul, jumlah yang banyak ini hanya akan menjadi beban pembangunan, bukan faktor penggerak,” ujar drg. Putih Sari di hadapan warga.

Baca Juga: Dua Dekade Mengabdi untuk NKRI, Kisah Serka Imang dari Medan Konflik Aceh ke Teritorial Karawang

Ia menegaskan bahwa persoalan gizi masih menjadi pekerjaan rumah serius di Indonesia. Kasus stunting, kekurangan protein, hingga belum terpenuhinya kebutuhan nutrisi harian anak-anak dinilai dapat memengaruhi kualitas pertumbuhan fisik maupun perkembangan otak.

Karena itu, Program Makan Bergizi Gratis hadir sebagai salah satu solusi strategis pemerintah untuk memperkuat fondasi generasi masa depan.

“Melalui perbaikan gizi, kita ingin memastikan pertumbuhan fisik dan perkembangan otak anak berjalan maksimal,” katanya.

Legislator dari Daerah Pemilihan Jawa Barat VII itu juga menjelaskan bahwa Program MBG tidak menggantikan program kesehatan maupun pendidikan yang sudah berjalan sebelumnya. Program tersebut justru menjadi pelengkap untuk memperkuat upaya peningkatan kualitas anak-anak Indonesia.

Baca Juga: Dedi Mulyadi Siapkan Pelataran Cinta di Karawang, Kabel Listrik Bakal Dipendam

Sasaran program mencakup anak sekolah mulai dari PAUD, SD, SMP hingga SMA. Selain itu, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui juga masuk dalam kelompok prioritas penerima manfaat.

Dalam pemaparannya, drg. Putih Sari turut menyinggung keberhasilan sejumlah negara maju yang sejak lama fokus memperhatikan kualitas gizi anak-anaknya. Salah satu contoh yang disampaikan adalah Jepang.

Menurutnya, Jepang telah membangun kesadaran pentingnya konsumsi protein dan makanan sehat sejak usia dini. Dampaknya kini terlihat pada kualitas fisik, tingkat kesehatan, hingga kecerdasan generasi mudanya.

“Indonesia mungkin sedikit terlambat, tapi lebih baik memulai sekarang daripada tidak sama sekali,” tuturnya.

Baca Juga: Kemnaker Fokuskan Empat Pilar Strategis Ketenagakerjaan 2026 Hadapi Transformasi Dunia Kerja

Ia menjelaskan bahwa pertumbuhan anak tidak hanya dilihat dari tinggi badan semata, melainkan juga perkembangan organ tubuh dan kemampuan otak. Gizi yang baik diyakini akan membantu anak lebih mudah menyerap pelajaran dan meningkatkan daya saing mereka di masa depan.

“Pertumbuhan itu terlihat ke atas, sementara perkembangan itu ke samping, yaitu kualitas organ dan otak. Kalau gizinya bagus, anak-anak lebih siap bersaing, apalagi ke depan persaingan bukan hanya antarmanusia, tapi juga dengan mesin dan digitalisasi,” jelasnya.

Selain manfaat jangka panjang, drg. Putih Sari juga melihat dampak positif langsung dari implementasi Program Makan Bergizi Gratis di sekolah-sekolah.

Baca Juga: PT TMMIN Serahkan Alat Pertanian Modern ke Kodim Karawang, Produksi Pangan Walahar Digenjot

Menurutnya, banyak siswa menjadi lebih antusias datang ke sekolah karena penasaran dengan menu makanan bergizi yang disediakan setiap hari.

“Anak-anak jadi lebih semangat dan rajin ke sekolah karena penasaran dengan menu bergizi apa yang disajikan hari itu. Ini adalah awal yang baik untuk membangun kebiasaan positif,” imbuhnya.

Ia berharap program tersebut dapat menjadi salah satu langkah penting dalam menciptakan generasi emas Indonesia menuju tahun 2045.

Meski demikian, drg. Putih Sari menyadari bahwa pelaksanaan program sebesar MBG tentu masih memiliki tantangan dan kekurangan di lapangan. Namun ia mengajak masyarakat untuk melihat tujuan besar dari program tersebut sebagai investasi masa depan bangsa.

Menurutnya, keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh generasi penerus Indonesia.

“Tujuan utamanya adalah membangun pondasi generasi unggul yang sehat, cerdas, dan siap menghadapi tantangan global,” pungkasnya. ***