POJOKSATU.id, KARAWANG – Suasana setelah kontestasi politik masih menyisakan berbagai reaksi di tengah masyarakat. Ada yang merayakan kemenangan dengan penuh kebahagiaan, namun ada juga yang merasakan kecewa karena hasil yang tidak sesuai harapan.
Kondisi tersebut menjadi perhatian Asep Sugiri, warga Plawad, Karawang. Ia berharap masyarakat tidak terus terbawa suasana perbedaan pilihan yang bisa memicu perpecahan.
Menurut Asep, kontestasi seharusnya menjadi bagian dari demokrasi untuk memilih pemimpin terbaik, bukan membuat hubungan antarwarga menjadi renggang.
“Kalau suasana seperti ini terus berlanjut, kapan Persatuan Indonesia bisa benar-benar terwujud,” ujar Asep.
Ia menilai, persatuan dan kebersamaan harus tetap dijaga meski masyarakat memiliki pilihan yang berbeda saat kontestasi berlangsung.
Asep juga mengingatkan agar elite politik dan para pendukung tidak terus mempertahankan ego kelompok yang bisa membuat suasana semakin panas.
“Hentikan semuanya kalau tidak ingin persatuan hanya jadi cerita,” katanya.
Baca Juga: Pemilihan RW 05 Tanjung Berjalan Transparan, Ketua Tim 9: Semua Proses Sah dan Akuntabel
Menurutnya, masyarakat Indonesia sejak dulu dikenal dengan budaya musyawarah, gotong royong, dan saling menghormati.
Karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat untuk kembali mempererat silaturahmi dan meninggalkan perbedaan yang sempat muncul selama kontestasi.
“Kembalilah ke hakikat musyawarah dan mufakat,” pungkasnya. ***




