POJOKSATU.id, KARAWANG — Pelayanan di Rumah Sakit Hastien, Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, menjadi sorotan setelah seorang warga, Dede Suhendar, mengaku menemukan tiga kejadian berbeda yang menunjukkan dugaan kelalaian serius. Mulai dari salah pemberian obat hingga tidak diperiksanya pasien BPJS, seluruh insiden tersebut dialami anggota keluarganya dalam waktu berdekatan.

Dede, warga Desa Rengasdengklok Selatan, mengatakan sejumlah kejanggalan itu bukan yang pertama kali terjadi. Ia menyebut kesalahan serupa sudah terjadi tiga kali. “Sudah tiga kali ada kesalahan, dan semuanya menimpa keluarga saya,” ujarnya.

Kasus pertama dialami anaknya, Muhammad Rizky Ramadan. Rizky dibawa ke RS Hastien karena mengalami demam tinggi dan mengeluarkan darah dari telinga. Keluarga memilih RS Hastien karena adanya dokter spesialis THT. Namun, Dede menyebut justru terjadi masalah saat proses kepulangan. Ia mendapatkan obat yang ternyata bukan milik anaknya.

“Obat itu memang memakai nama keluarga saya, tapi isinya obat pasien lain,” kata Dede saat ditemui wartawan, Rabu (10/12/2025).

Dede menilai kekeliruan itu sangat berbahaya bila tidak segera disadari. Menurutnya, kesalahan tersebut menunjukkan kurangnya ketelitian dari bagian farmasi. “Kalau sampai diminum, saya tidak tahu apa dampaknya. Itu obat untuk penyakit lain,” ucapnya.

Kasus kedua menimpa kerabatnya, Mega Saputra, yang juga mengalami demam tinggi. Mega sempat dibawa ke IGD RS Hastien, namun Dede mengaku tindakan yang dilakukan hanya pengecekan suhu tubuh.

Baca Juga: Bocah 4 Tahun Asal Bekasi Terjatuh dari Lantai Dua RS Hastien Rengasdengklok, Kondisi Kritis

“Padahal saya khawatir itu tipes atau DBD,” kata dia.

Mega kemudian dibawa ke Puskesmas Rengasdengklok dan dirujuk untuk cek darah di RS Proklamasi. Hasilnya, leukosit Mega mencapai 25.000 sehingga harus dirawat inap di RS Proklamasi.

Kasus ketiga melibatkan keponakannya, An Gea Kurniawan. Gea dibawa ke IGD RS Hastien dalam keadaan lemas akibat demam. Namun, menurut Dede, pemeriksaan tidak dilakukan karena BPJS Gea terblokir.

“Saya sudah sampaikan bisa pakai UHC sebagai penjamin, tapi tetap tidak diperiksa,” ujar Dede. Keluarga akhirnya membawa pulang Gea sebelum kembali lagi setelah mendapatkan bantuan dari petugas keamanan rumah sakit.

Dede menyebut seluruh keluhan tersebut telah ia sampaikan kepada pihak manajemen RS Hastien melalui seorang perwakilan bernama Hari. Dede mengatakan pihak rumah sakit telah menyampaikan permohonan maaf dan berjanji memperbaiki pelayanan.

“Karena mereka meminta maaf, saya terima. Tapi saya berharap kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” ujarnya.

Hingga laporan ini dibuat, RS Hastien belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan yang disampaikan Dede dan keluarganya. ***