POJOKSATU.id, KARAWANG – Jeneng, seorang ibu asal Dusun Kandayakan, RT 024 RW 12, Desa Dayeuhluhur, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Karawang, tak mampu membendung tangis saat menceritakan kondisi anak kandungnya, RSM, remaja berusia 16 tahun yang diduga mengalami perubahan kelamin secara tiba-tiba.
Kisah memilukan ini terungkap saat Jeneng bersama suaminya mengetahui perubahan kondisi anaknya pada Maret 2025 lalu. Anak yang sejak lahir diketahui sebagai perempuan, kini menunjukan tanda-tanda perubahan fisik menyerupai laki-laki.
“Anak kami lahir sebagai perempuan. Tapi belakangan, alat kelaminnya berubah. Kami sangat terpukul dan bingung harus bagaimana,” ujar Jeneng sambil menangis saat ditemui, Selasa (20/5/2025).
Keluarga sempat membawa RSM ke RSUD Karawang untuk mendapat pemeriksaan medis. Namun, menurut pengakuan Jeneng, saat itu tidak ada tindakan lebih lanjut dari pihak rumah sakit.
Baca Juga: RS IZZA Raih Penghargaan dari Dinkes Karawang sebagai RS Pertama yang Dukung Program SRIKANDI JKN
“Kami hanya ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi pada anak kami. Tapi saat dibawa ke rumah sakit, kami pulang tanpa kepastian apa-apa,” ungkapnya.
Selain kebingungan menghadapi kondisi anaknya, Jeneng juga mengaku hidup dalam keterbatasan ekonomi. Mereka tinggal di rumah semi permanen yang nyaris roboh dan kerap harus menumpang ke rumah tetangga saat hujan deras melanda.
“Untuk makan sehari-hari saja susah. Rumah kami sudah rapuh. Kami benar-benar membutuhkan bantuan,” ucapnya lirih.
Jeneng dan suaminya berharap adanya perhatian dari pemerintah, khususnya Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, untuk membantu mereka mendapatkan kejelasan medis dan dukungan terhadap kondisi anak mereka.
“Kami orang kecil. Kami mohon ada pemeriksaan untuk anak kami. Kami hanya ingin ada kepastian, dan kami tidak mampu membiayainya sendiri,” pungkas Jeneng penuh harap. ***




