POJOKSATU.id, KARAWANG – Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Buana Perjuangan (UBP) Karawang sukses menggelar acara bertajuk “SEGAR 2025” pada Rabu, 9 Juli 2025, di Aula 1 UBP Karawang. Acara ini merupakan gabungan dari seminar nasional dan pagelaran seni bertema “Tuntut Ilmu Gapura Pancawaluya (Cageur, Bageur, Bener, Pinter, Tur Singer)”.

Kegiatan SEGAR 2025 menjadi bentuk konkret dari luaran mata kuliah Etika Profesi Keguruan dan Pendidikan Seni Musik di Sekolah Dasar. Dalam kegiatan ini, mahasiswa PGSD menampilkan berbagai karya inovatif yang terdiri dari 18 artikel tentang kebiasaan anak hebat, 22 ciptaan lagu, serta 10 penampilan seni musik. Total karya yang ditargetkan untuk didaftarkan ke Hak Kekayaan Intelektual (HKI) mencapai 40 karya.

Assoc. Prof. Dr. Anggy Giri Prawiyogi, M.Pd., M.Sn., dosen PGSD UBP Karawang, menekankan pentingnya kreativitas dan inovasi bagi calon guru.

“Mahasiswa PGSD harus terus berkarya dan mengikuti perkembangan zaman. Apa pun kurikulumnya, mereka wajib menguasai media, metode, dan model pembelajaran yang relevan. Khususnya dalam pendidikan seni, inovasi adalah kunci,” ujar Dr. Anggy.

Kegiatan ini juga mendapat dukungan penuh dari Kaprodi PGSD UBP Karawang, Ayu Fitri, yang menyampaikan bahwa etika tetap menjadi fondasi utama bagi calon pendidik.

“Melalui mata kuliah Etika Profesi, kami tekankan pentingnya tutur kata, perilaku, dan penampilan mahasiswa. Mereka harus mencerminkan sosok guru masa depan yang berintegritas,” tegas Ayu Fitri.

Dekan FKIP UBP Karawang juga memberikan apresiasi tinggi terhadap karya mahasiswa yang telah menghasilkan luaran konkret. Pihak fakultas mendukung penuh proses pengajuan HKI dengan bantuan dana LPPM dari universitas.

Sebagai narasumber dalam seminar nasional, hadir Prof. H. Mubiar Agustin, M.Pd., Guru Besar dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) sekaligus Kaprodi Pascasarjana Psikologi Pendidikan. Ia menyampaikan materi seputar pentingnya etika profesi guru dan strategi komunikasi efektif dalam proses pembelajaran.

Prof. Mubyar memperkenalkan metode komunikasi pembelajaran yang ia gagas, yaitu “DEMUBI”, yaitu Dengar, Ekspresi, Muka Ceria, Ucapan Positif, Bertanya Jawab, Inisiatif.

Baca Juga: PGSD UBP Karawang Gelar Pagelaran Seni untuk Generasi Muda Kreatif

“Seorang guru harus mampu menyampaikan materi dengan hati dan ekspresi. Anak-anak perlu merasa dihargai dalam proses belajar agar karakter mereka berkembang,” jelas Prof. Mubyar.

Kegiatan SEGAR 2025 ini diharapkan menjadi inspirasi bagi mahasiswa dan institusi pendidikan lainnya untuk terus mengembangkan karya ilmiah dan seni yang mendukung kemajuan dunia pendidikan, baik dari sisi profesionalisme maupun kreativitas. ***