POJOKSATU.id, KARAWANG – Warga RW 01 dan RW 02 Kelurahan Plawad, Kecamatan Karawang Timur, menggelar tradisi tahunan Hajat Bumi di lingkungan Krajan, Minggu (28/9/2025).

Acara yang dihadiri masyarakat dari berbagai kalangan ini berlangsung sederhana namun penuh makna. Hajat bumi menjadi simbol rasa syukur warga atas limpahan rezeki dan karunia yang telah diberikan.

Sejak pagi, suasana kental nuansa tradisional terasa. Rangkaian kegiatan dibuka dengan penampilan seni Kecapi Kawih, menghadirkan alunan musik syahdu yang membawa warga larut dalam suasana kebersamaan.

Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Plawad, Hendra Wijaya S.Psi M.Si, menjelaskan bahwa hajat bumi merupakan wujud doa dan rasa syukur kepada Allah SWT. “Melalui tradisi ini kita memohon perlindungan dan keberkahan, sekaligus mempererat hubungan antarwarga,” ujarnya.

Baca Juga: Polres Karawang Amankan 126 Gram Sabu, Kapolres: Tak Ada Tempat Bagi Pengedar Narkoba

Hal senada disampaikan Ketua Koperasi Merah Putih (KMP) Plawad, Aris Setio Budi S.E. Ia menekankan pentingnya menjaga tradisi yang diwariskan leluhur. “Hajat bumi bukan hanya seremoni, tapi sarana mempererat silaturahmi. Karena itu, harus terus dilestarikan dari generasi ke generasi,” tutur Aris.

Tokoh masyarakat Plawad, H. Nimat, juga memberikan apresiasi atas kekompakan warga dalam menjaga tradisi. “Alhamdulillah, kita bisa berkumpul di acara yang mulia ini. Mari doakan para orang tua dan sesepuh kita agar senantiasa dalam lindungan Allah, serta semoga warga Plawad selalu diberi keberkahan,” ucapnya dengan haru.

Prosesi doa bersama kemudian dilanjutkan dengan pembagian hasil bumi dan makanan tumpeng yang diarak keliling. Warga pun tampak antusias berebut sebagai simbol kebersamaan dan berkah melimpah.

Perayaan semakin meriah pada malam harinya dengan penampilan seni Kecapi Kawih atau Siter sebagai hiburan puncak. Pertunjukan tersebut tidak hanya menghibur, tetapi juga menjadi bagian dari upaya melestarikan budaya lokal yang diwariskan turun-temurun. ***