POJOKSATU.id, KARAWANG – Personel Kodim 0604/Karawang terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Salah satunya dengan turun langsung ke lapangan untuk memantau hasil panen petani sekaligus mengawasi harga gabah di tingkat petani.

Kegiatan tersebut dilakukan Bati Wanwil Kodim 0604/Karawang, Pelda Mulyana, di area persawahan Dusun Balongsari RT 001/005, Desa Pulokelapa, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Karawang, Sabtu (6/6/2026).

Dalam kunjungannya, Pelda Mulyana menyambangi lahan pertanian milik Ule, petani setempat yang tengah melaksanakan panen padi.

Selain melihat secara langsung proses panen, ia juga berdialog dengan petani untuk mengetahui kondisi pertanian dan perkembangan harga gabah di wilayah tersebut.

Menurut Pelda Mulyana, hasil panen petani di Kecamatan Lemahabang masih tergolong baik dan stabil.

"Rata-rata hasil panen petani mencapai sekitar 5 hingga 6 ton per hektare," ujarnya.

Baca Juga: Informasi Terbaru Gaji ke-13 Tahun 2026: Jadwal Pencairan, Komponen, dan Fakta Tanpa Potongan

Tak hanya memantau produktivitas lahan, Kodim 0604/Karawang juga memberikan perhatian terhadap harga gabah yang diterima petani.

Dari hasil pemantauan di lapangan, harga gabah saat ini berada di kisaran Rp8.000 per kilogram.

Angka tersebut dinilai cukup baik bagi petani. Namun demikian, pengawasan tetap dilakukan untuk memastikan harga gabah tidak dimainkan oleh pihak tertentu yang dapat merugikan petani.

Menurutnya, stabilitas harga sangat penting karena berpengaruh langsung terhadap pendapatan dan kesejahteraan petani.

Kehadiran TNI di tengah aktivitas panen juga menjadi bentuk dukungan terhadap program pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan nasional.

Selain itu, monitoring yang dilakukan secara berkala diharapkan mampu memberikan data riil terkait kondisi pertanian di lapangan sehingga berbagai kendala yang dihadapi petani dapat segera diketahui dan dicarikan solusinya.

Baca Juga: Ternyata Ada Nama-nama Besar Terlibat Korupsi BGN, Tersangka Sony akan Buka Nantinya

Pelda Mulyana menegaskan bahwa sinergi antara TNI, pemerintah daerah dan masyarakat petani harus terus diperkuat agar sektor pertanian tetap menjadi penopang ekonomi masyarakat.

Sebagai salah satu daerah lumbung padi nasional, Karawang memiliki peran strategis dalam menjaga ketersediaan beras. Karena itu, produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani harus menjadi perhatian bersama.

Melalui pendampingan dan pengawasan yang berkelanjutan, diharapkan para petani semakin termotivasi meningkatkan hasil produksi sekaligus mendapatkan harga yang layak atas hasil panen mereka. ***