POJOKSATU.id, KARAWANG – Respons cepat dilakukan jajaran TNI Koramil 0411/Telukjambe Kodim 0604/Karawang setelah banjir merendam pemukiman warga di Desa Karangligar. Bersama Muspika dan BPBD, personel TNI turun langsung menyalurkan bantuan logistik kepada warga yang terdampak.
Sejak Rabu (10/12/2025), tim gabungan bergerak dari posko utama menuju titik-titik banjir. Puluhan nasi kotak dibagikan untuk memastikan kebutuhan pangan warga terpenuhi, terutama mereka yang tetap bertahan di rumah meski air masih menggenang akibat luapan Sungai Citarum dan Cibe’et.
Danramil 0411/Telukjambe, Kapten Inf Joko Siswoyo, mengatakan kolaborasi lintas instansi menjadi kunci dalam mempercepat penanganan darurat. Ia menegaskan bahwa bantuan harus segera sampai agar tidak ada warga yang kekurangan kebutuhan dasar.
“Kami ingin memastikan makanan sampai langsung ke tangan warga, terutama yang rumahnya masih tergenang. Ini bagian dari tugas kami untuk hadir di tengah masyarakat,” ucap Kapten Joko.
Baca Juga: Miris! Kakek di Karawang Tinggal di Rumah Hampir Roboh, Warga Minta Bupati Turun
Menurut data terakhir, sebanyak 118 KK atau 332 jiwa terdampak banjir. Dari total tersebut, 91 rumah terendam dengan kondisi terparah di Dusun Kampek, di mana ketinggian air mencapai 90 cm dan merendam 54 rumah. Dusun ini juga memiliki kelompok rentan, termasuk 18 balita dan 3 bayi, sehingga jadi prioritas penyaluran logistik.
Sementara di Dusun Pangasinan, air setinggi 50 cm merendam 37 rumah.
Meski tidak ada korban jiwa, akses logistik dan potensi penyakit pascabanjir tetap menjadi perhatian tim di lapangan. Koordinasi antara TNI, Muspika, dan BPBD disebut berjalan tanpa hambatan.
Sebagai langkah antisipasi, BPBD telah menyiagakan dua perahu karet di posko untuk evakuasi sewaktu-waktu. Dapur umum juga dibuka di Kantor Desa Karangligar untuk memenuhi kebutuhan makan warga, termasuk 35 jiwa dan 5 balita yang sementara mengungsi di rumah seorang warga, Wakil Yoyo.
Kapten Joko menyampaikan kondisi air mulai surut seiring cuaca cerah siang hari. Ia berharap penanganan bersama ini dapat mempercepat pemulihan warga.
“Kerja sama ini menunjukkan bahwa kekuatan utama menghadapi bencana adalah kebersamaan antara TNI, pemerintah daerah, dan warga,” tutupnya. ***




