POJOKSATU.id, KARAWANG - Dinamika pemilihan Ketua RW 05 di Lingkungan Tanjung, Kelurahan Plawad, Kecamatan Karawang Timur, mulai terasa semakin hangat. Di saat beberapa wilayah lain masih minim peminat, RW 05 justru menjadi sorotan setelah tiga nama resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon Ketua RW.
Hingga Minggu malam (17/5), panitia pemilihan mencatat sudah ada tiga kandidat yang siap bertarung dalam kontestasi tingkat lingkungan tersebut. Meski demikian, proses pemilihan belum dipastikan akan berlangsung melalui pemungutan suara langsung.
Pasalnya, panitia masih membuka peluang terciptanya skenario aklamasi melalui forum konsolidasi bersama para kandidat usai masa pendaftaran ditutup pukul 23.59 WIB.
Ketua Tim 9 Pemilihan Ketua RW 05 Tanjung, Dede Ubaidillah, mengatakan tahapan penting baru akan dimulai setelah proses administrasi pendaftaran selesai dilakukan.
Menurutnya, seluruh calon nantinya akan duduk bersama dalam forum musyawarah guna mencari jalan terbaik dengan tetap mengedepankan asas kekeluargaan antarwarga.
Baca Juga: Sepi Peminat! Hingga Deadline Pendaftaran, Belum Ada Kandidat Ketua RW 03 Karang Tengah Karawang
“Hingga malam ini fokus kami masih menyelesaikan tahapan pendaftaran calon. Setelah ditutup pukul 23.59 WIB, panitia akan melakukan konsolidasi bersama seluruh kandidat,” ujar Dede kepada wartawan, Minggu (17/5).
Ia menegaskan, peluang aklamasi masih tetap terbuka apabila nantinya tercapai kesepakatan bersama dalam forum tersebut.
“Kami tetap mengedepankan asas kekeluargaan. Kalau memang masih ada kemungkinan untuk aklamasi, tentu akan kami usahakan,” katanya.
Data Pemilih Masih Menunggu Validasi RT
Selain fokus pada proses pencalonan, panitia juga tengah melakukan pemutakhiran data pemilih yang nantinya akan digunakan dalam pemilihan Ketua RW 05 Tanjung.
Berdasarkan estimasi sementara, jumlah pemilih berbasis kepala keluarga (KK) di wilayah tersebut diperkirakan mencapai sekitar 400 KK. Namun angka pasti daftar pemilih tetap (DPT) masih menunggu validasi dari masing-masing pengurus RT.
Baca Juga: UPDATE Anggota TNI Tembak TNI di Palembang, Sertu MRR Ditetapkan Tersangka Bersama Rekan
“Perkiraan sementara sekitar 400 KK. Tapi untuk angka final DPT kami tidak menggunakan data lama. Kami masih menunggu laporan valid terbaru dari tiap ketua RT,” jelas Dede.
Sistem pemilihan berbasis perwakilan kepala keluarga itu merupakan hasil kesepakatan warga dan panitia yang berlaku di lingkungan Kelurahan Plawad dalam pelaksanaan pemilihan Ketua RW kali ini.
Kelurahan Disebut Siap Bantu Logistik
Panitia juga mulai menghitung kebutuhan logistik yang diperlukan apabila pemilihan harus dilaksanakan melalui mekanisme pencoblosan langsung.
Salah satu kebutuhan yang menjadi perhatian yakni pengadaan kertas suara. Menurut Dede, pihak Kelurahan Plawad sempat memberikan sinyal positif terkait dukungan pembiayaan logistik.
“Kelurahan sempat menyampaikan secara lisan akan membantu sekitar 50 persen kebutuhan kertas suara. Walaupun belum dalam bentuk keputusan resmi, ini tentu sangat membantu panitia,” ungkapnya.
Ia menilai dukungan tersebut menjadi energi tambahan bagi panitia yang selama ini bekerja secara swadaya demi memastikan proses demokrasi tingkat lingkungan berjalan lancar dan tertib.
Panitia Minta Warga Tetap Guyub
Di tengah mulai menghangatnya dinamika pemilihan, panitia mengingatkan seluruh warga agar tetap menjaga suasana kondusif dan tidak terpecah karena perbedaan pilihan.
Dede mengibaratkan kontestasi pemilihan Ketua RW layaknya pertandingan sepak bola yang penuh semangat, namun tetap harus menjunjung sportivitas.
“Kalau nanti konsolidasi buntu dan akhirnya harus dilakukan pemilihan langsung, saya berharap semua pihak tetap saling menghargai. Berbeda pilihan itu biasa,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan para pendukung calon untuk tidak membawa tensi persaingan ke dalam hubungan sosial sehari-hari antarwarga.
“Anggap saja seperti pertandingan sepak bola. Saat di lapangan mungkin tensinya panas karena sama-sama ingin menang. Tapi setelah pertandingan selesai, semua harus kembali saling menghormati sebagai satu keluarga,” tuturnya.
Menurutnya, siapa pun yang nantinya terpilih menjadi Ketua RW 05 harus mampu menjadi figur pemersatu dan bekerja untuk seluruh warga tanpa membeda-bedakan kelompok tertentu.
“Pada akhirnya tujuan kita sama, bagaimana RW 05 bisa berkembang lebih baik dan tetap sehat secara sosial,” lanjut Dede.
Bagi sebagian warga, pemilihan Ketua RW bukan sekadar memilih pengurus lingkungan semata. Lebih dari itu, proses tersebut juga menjadi penentu arah pelayanan masyarakat dan kekompakan warga dalam beberapa tahun ke depan.
Seluruh tahapan pemutakhiran data pemilih hingga konsolidasi calon saat ini dikawal Tim 9 Panitia Pemilihan yang terdiri dari Dede Ubaidillah sebagai ketua, Herna Sukaria sebagai bendahara, serta H. Anjam, Mas Oma, Acep, Taryana, Rahmat, Asep M, dan Novi selaku perwakilan LPM. ***




