POJOKSATU.ID - Hingga tahun 2025 ini, Karawang memiliki belasan kawasan industri dengan lebih dari 1.700 pabrik yang tersebar.
Sebelum jadi kota industri, Karawang merupakan tulang punggung pangan di Jawa Barat, bahkan nasional.
Namun, Karawang segera berganti wajah baru dengan menjadikan daerahnya sebagai pusat manufaktur di Indonesia.
Adapun, pabrik manufaktur pertama di Karawang tak disebutkan secara pasti, tapi diperkirakan perusahaan tersebut berdiri di kawasan industri Karawang International Industrial City alias KIIC.
Hal tersebut lantaran KIIC merupakan kawasan industri pertama di Karawang yang menjadi awal mula berkembangnya pabrik-pabrik manufaktur.
PT Horiguchi Engineering Indonesia merupakan pabrik manufaktur yang pertama dibangun di kawasan industri tersebut.
Baca Juga: Dadan Hindayana Sebut Petugas MBG Pejuang Republik meski Ada Kasus Keracunan
Kawasan industri dengan luas 1.400 hektare ini berdiri pada awal tahun 1990-an, yang merupakan proyek kerja sama antara Indonesia dan Jepang.
Tak heran jika banyak perusahan-perusahaan Jepang yang kini berdiri di KIIC dan masih bertahan selama bertahun-tahun.
Di kawasan industri tersebut, perusahaan besar Jepang seperti Toyota, Yamaha, Honda, Panasonic, hingga Sharp mendirikan tempat produksinya.
Baca Juga: Pemprov Banten Petakan Dapur Pangan Bergizi, Siapkan Fondasi Pengawasan
Dengan banyaknya perusahaan besar Jepang yang berdiri, semakin banyak sumber daya manusia yang direkrut dan kini dapat meningkatkan ekonomi para karyawan.
Meski telah menyerap banyak lapangan pekerjaan baru, tapi hal itu harus dibayar mahal oleh menghilangnya sebagian besar sawah di daerah agraris.
Hamparan sawah yang dulu luas, kini telah berganti menjadi tempat produksi di sektor otomotif, elektronik, hingga tekstil.
Baca Juga: Jabar Perketat Pengawasan Program MBG Lewat Satgas dan Sistem Aduan
Pertumbuhan industri yang sangat cepat membuat luas sawah di Karawang tercatat hanya sekitar 97.000 hektare pada 2023.
Karawang yang kini telah menjadi kota industri, menjadikan kabupaten ini seperti Jakarta, yakni surga bagi para perantau.
Sehingga para investor berlomba-lomba membuat perumahan karena melihat makin banyak para perantau yang datang.
Industri dan pemukiman baru di Karawang, secara perlahan menggusur lahan sawah hingga luasnya berkurang setiap tahunnya.
Akan tetapi, berkembangnya industri di Karawang juga telah merubah nasib banyak orang, dari warga setempat maupun para perantau.
Dengan UMK di atas Rp5 juta untuk tahun 2025, selama bertahun-tahun upah tersebut selalu jadi salah satu yang terbesar di Jawa Barat, bahkan Indonesia.***




