POJOKSATU.id, KARAWANG - Semangat menjaga kebersihan lingkungan kini menjalar hingga ke akar rumput. Warga Kelurahan Karawang Wetan, Kecamatan Karawang Timur, Kabupaten Karawang, menunjukkan aksi nyata dalam gerakan bersih-bersih lingkungan bertajuk “Karawang Wetan Bersih” pada Minggu (4/5/2025).

Kegiatan ini digerakkan oleh Forum RW Karawang Wetan dan dipimpin langsung oleh Ketua Forum RW, Muhammad Karya. Ia berhasil menyatukan berbagai unsur masyarakat mulai dari Camat Karawang Timur, Lurah Karawang Wetan, pengurus RW, Karang Taruna, hingga Regu Reaksi Cepat (RRC), dalam satu tujuan: menjadikan Karawang Wetan bersih, sehat, dan siap menghadapi musim hujan.

“Alhamdulillah, kita menyaksikan kolaborasi luar biasa. Semua turun tangan. Inilah wajah gotong royong warga Karawang Wetan,” ujar Muhammad Karya.

Menurutnya, kegiatan ini bukan hanya soal bersih-bersih, tetapi juga upaya membangun kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga lingkungan dari ancaman sampah dan banjir.

Baca Juga: Wakil Bupati Karawang: Hari Buruh Adalah Momentum Menyatukan Energi

“Kegiatan ini kami harapkan menjadi gerakan berkelanjutan. Dengan lingkungan bersih, risiko banjir pun bisa ditekan. Ini tanggung jawab kita bersama,” imbuhnya.

Aksi ini disebut-sebut lahir dari inspirasi “gebrakan hijau” Kang Dedi Mulyadi, tokoh yang dikenal konsisten mengangkat isu sampah dan pelestarian alam dalam berbagai kebijakan serta aksi langsung di lapangan.

“Semangat Kang Dedi Mulyadi (KDM) Gubernur Jabar menyentuh kami. Beliau memberi contoh lewat tindakan nyata. Sekarang, giliran kami yang bergerak,” tambah Karya.

Baca Juga: Komplotan Pembobol Minimarket dan ATM Dibekuk Polres Karawang

Gerakan “Karawang Wetan Bersih” dipusatkan di wilayah RW 23 Guro 2, yang menjadi titik awal kampanye lingkungan di kawasan ini. Kegiatan ini diharapkan bisa menjadi contoh bagi kelurahan dan desa lainnya di Karawang agar semakin sadar akan pentingnya lingkungan yang bersih dan sehat.

Aksi gotong royong ini tak hanya meninggalkan kesan visual berupa jalan dan selokan yang bersih, tapi juga menanamkan semangat kolaborasi dan kesiapsiagaan warga dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi.

“Kalau bukan kita yang peduli lingkungan, siapa lagi? Kalau bukan sekarang, kapan lagi?” tutup Karya penuh semangat. ***