POJOKSATU.id, JAKARTA – Wakil Ketua Umum Partai Gerindra yang juga Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Putih Sari, menerima kunjungan serta aspirasi dari Persatuan Ahli Teknologi Laboratorium Medik Indonesia (PATELKI), Jumat (30/1/2026).

Pertemuan tersebut membahas berbagai persoalan strategis yang dihadapi tenaga teknologi laboratorium medik (TLM), mulai dari penguatan formasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) hingga perlunya pembenahan regulasi jabatan fungsional Pranata Laboratorium Kesehatan agar lebih adil dan berpihak pada profesionalisme.

Putih Sari menegaskan bahwa peran tenaga laboratorium medik sangat krusial dalam sistem kesehatan nasional. Hampir seluruh keputusan medis, kata dia, bergantung pada hasil pemeriksaan laboratorium yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Tenaga laboratorium medik ini adalah tulang punggung layanan kesehatan. Mereka memastikan setiap tindakan medis memiliki dasar diagnosis yang jelas dan tepat,” ujar Putih Sari.

Baca Juga: Warga Cintawargi Karawang Tolak Pembangunan Tower di Area Pemakaman

Legislator yang telah empat periode duduk di DPR RI dan mewakili Daerah Pemilihan Jawa Barat VII (Purwakarta, Karawang, dan Bekasi) itu juga menyoroti tingginya risiko kerja yang dihadapi tenaga TLM. Menurutnya, profesi ini memiliki tantangan tersendiri karena harus berhadapan langsung dengan sumber penyakit.

“Jika tenaga kesehatan lain berhadapan langsung dengan pasien, rekan-rekan TLM justru berhadapan langsung dengan virus, bakteri, dan patogen yang tidak kasat mata, namun sangat berbahaya dan menular,” katanya.

Dalam dialog bersama PATELKI, Putih Sari menilai masih terdapat ketimpangan antara beban kerja dan risiko profesi dengan apresiasi yang diberikan negara, terutama terkait kejelasan status kepegawaian dan perlindungan regulasi bagi tenaga laboratorium di berbagai daerah.

Ia menegaskan, kondisi tersebut tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena berpotensi memengaruhi kualitas pelayanan kesehatan secara nasional.

“Kami akan mendorong pemerintah agar memberikan atensi lebih terhadap kejelasan status kepegawaian serta perlindungan regulasi bagi para praktisi laboratorium di seluruh Indonesia,” tegasnya.

Baca Juga: Kades Tamansari Karawang Gagal Tegas Lindungi Warga dari Ancaman Tambang Karst

Putih Sari menyatakan komitmennya untuk mengawal aspirasi PATELKI, khususnya terkait penguatan formasi CPNS yang disesuaikan dengan kebutuhan riil di lapangan. Menurutnya, kebijakan yang tepat akan berdampak langsung pada peningkatan profesionalisme dan kesejahteraan tenaga laboratorium medik.

Ia juga menilai bahwa penguatan sumber daya manusia di sektor laboratorium merupakan bagian penting dari upaya memperkokoh ketahanan kesehatan nasional. Pengalaman menghadapi berbagai tantangan kesehatan, termasuk wabah dan pandemi, menunjukkan bahwa laboratorium memegang peranan vital dalam deteksi dini dan pengambilan keputusan medis.

“Jika tenaga laboratorium kita kuat, terlindungi, dan profesional, maka sistem kesehatan nasional juga akan semakin siap menghadapi tantangan di masa depan,” ujarnya.

Putih Sari berharap sinergi antara DPR, pemerintah, dan organisasi profesi seperti PATELKI dapat terus diperkuat agar kebijakan kesehatan nasional benar-benar menjawab kebutuhan para tenaga kesehatan di lapangan. ***