POJOKSATU.id, KARAWANG – Sebanyak 381 siswa baru mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMAN 5 Karawang. Kegiatan tersebut berlangsung mulai 15 hingga 21 Juli 2026 dan berjalan tertib dengan berbagai materi yang bertujuan membentuk karakter, kedisiplinan, serta wawasan kebangsaan para siswa.
Ketua MPLS SMAN 5 Karawang, Maman Rohmana, mengatakan kegiatan diawali dengan pembukaan yang dihadiri Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Barat.
Selama MPLS, siswa mendapatkan berbagai materi dari sejumlah narasumber. Pada hari kedua, peserta menerima pembekalan bela negara dari personel TNI Kodim 0604/Karawang. Sementara pada hari ketiga, Badan Narkotika Nasional (BNN) memberikan penyuluhan mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba bagi generasi muda.
“Rangkaian MPLS masih berlangsung hingga Senin dan akan ditutup pada Selasa, 21 Juli 2026,” kata Maman.
SMAN 5 Karawang merupakan salah satu sekolah yang ditunjuk Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebagai Sekolah MAUNG atau Manusia Unggul. Status tersebut menjadi salah satu keunggulan sekolah dalam mencetak siswa berprestasi dan berkarakter.
Baca Juga: MPLS Pancawaluya SMKN 2 Karawang Dimulai, Cetak Lulusan Vokasi Berkarakter dan Siap Kerja
Menurut Maman, para pemateri dari TNI maupun kepolisian memberikan penilaian positif terhadap peserta didik baru. Mereka dinilai aktif, kritis, dan antusias saat mengikuti setiap sesi kegiatan.
“Alhamdulillah, respons dari para pemateri sangat baik. Mereka menilai siswa baru di SMAN 5 Karawang cukup aktif dan bersemangat selama mengikuti materi,” ujarnya.
Dari total 384 calon siswa yang dinyatakan lolos Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB), tiga orang memilih mengundurkan diri. Karena itu, jumlah peserta MPLS tahun ini menjadi 381 siswa.
Maman mengaku pihak sekolah menyayangkan adanya siswa yang mengundurkan diri. Namun sesuai aturan dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, sekolah tidak diperbolehkan mengganti atau menambah peserta didik setelah proses SPMB selesai.
“Kami mengikuti ketentuan yang berlaku. Setelah proses penerimaan selesai, tidak ada lagi penambahan maupun penggantian siswa,” jelasnya.
Baca Juga: Harga Jual dan Sewa Videotron Indoor dan Outdoor Terbaru
Dalam pelaksanaan MPLS tahun ini, SMAN 5 Karawang juga menerapkan konsep MPLS Ramah atau Pancawaluya. Seluruh kegiatan diawasi langsung oleh guru untuk memastikan berlangsung aman dan nyaman.
Keterlibatan pengurus OSIS juga dibatasi sesuai aturan yang berlaku. Langkah ini dilakukan untuk mencegah terjadinya perundungan, bullying, maupun kegiatan yang tidak sesuai dengan tujuan MPLS.
Maman berharap seluruh materi yang diberikan selama MPLS dapat menjadi bekal bagi siswa dalam menjalani kehidupan sekolah maupun kehidupan bermasyarakat.
“Kami berharap nilai-nilai kedisiplinan, bela negara, dan pembinaan karakter yang diberikan selama MPLS bisa diterapkan oleh siswa dalam kehidupan sehari-hari,” tutupnya. ***




