POJOKSATU.id, KARAWANG – Sekretaris Daerah (Sekda) Karawang, Asep Aang Rahmatullah, menjelaskan alasan teknis dan strategis di balik pelaksanaan kegiatan asesmen dan uji kompetensi pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Karawang yang dilakukan di hotel.

Ia menegaskan bahwa kegiatan ini bukanlah rapat biasa, melainkan bagian dari pemetaan pejabat pimpinan tinggi pratama untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) aparatur sipil negara (ASN).

Menurut Asep Aang, anggaran untuk kegiatan tersebut telah melalui pembahasan dan persetujuan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).

“Kami mempertimbangkan pelaksanaan di hotel karena sejumlah aspek prioritas, baik dari sisi fasilitas, metode seleksi, hingga efisiensi anggaran,” ujar Asep Aang, Jumat 25 April 2025 melalui siaran pers diterima pojoksatu.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kegiatan ini memerlukan ruang tertutup yang representatif, kedap suara, dan nyaman. Hal ini penting karena proses asesmen melibatkan metode seleksi beragam seperti psikotes berbasis Computer Assisted Test (CAT), analisis kasus, Leaderless Group Discussion (LGD), presentasi, dan wawancara. Semua tahapan ini membutuhkan dukungan perangkat seperti meja laptop, koneksi internet stabil, serta tata ruang bergaya kelas (classroom).

Baca Juga: Polres Karawang Tingkatkan Pengamanan Kawasan Wisata Candi Jiwa

“Kalau dilakukan di kantor, tentu kurang ideal. Di sisi lain, aula kantor BKPSDM saat itu sedang digunakan untuk Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA),” kata Asep Aang.

Ia juga menyebutkan bahwa tim asesor berasal dari Badan Kepegawaian Negara (BKN), Pemprov Jawa Barat, dan Kementerian yang memerlukan lokasi akomodatif dan profesional.

Dari sisi efisiensi, pelaksanaan kegiatan di hotel justru dinilai lebih hemat dibanding menyelenggarakannya secara terpisah di kantor yang memerlukan penyediaan konsumsi, sewa alat, dan lain-lain.

Baca Juga: Bupati Karawang Dorong Pemerintahan Bersih dan Pelayanan Maksimal

“Kami tetap memegang prinsip efisiensi. Komposisinya 70 persen kegiatan menggunakan gedung pemerintah, dan 30 persen di hotel,” terangnya.

Selain efisiensi, kegiatan ini juga memberi dampak ekonomi. Asep Aang menyebut okupansi hotel meningkat dan berkontribusi pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor Pajak Hotel.

Ia menegaskan bahwa menyelenggarakan kegiatan ASN di tempat yang representatif juga menunjukkan komitmen daerah dalam membangun SDM unggul serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. ***