POJOKSATU.id, KARAWANG – Satgas Citarum Harum Sektor 10 menemukan adanya perbedaan data pengukuran tingkat keasaman (pH) air limbah saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke PT Asietex Sinar Indopratama di kawasan Cikampek, Kabupaten Karawang, Kamis (16/6/2026).

Kegiatan sidak tersebut dilakukan sebagai bagian dari pengawasan rutin terhadap pengelolaan lingkungan industri, khususnya untuk memastikan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) perusahaan beroperasi sesuai ketentuan yang berlaku.

Dalam pemeriksaan lapangan, petugas melakukan pengecekan langsung terhadap kualitas air limbah yang dihasilkan perusahaan tekstil tersebut. Hasil pengukuran manual menunjukkan nilai pH berada di angka 7,00 atau dalam kondisi netral.

Namun, saat data dibandingkan dengan tampilan pada sistem pemantauan digital SPARING milik perusahaan, angka yang muncul menunjukkan nilai pH 8,66.

Perbedaan hasil pengukuran tersebut menjadi perhatian tim Satgas Citarum Harum karena dapat memengaruhi akurasi data pemantauan kualitas limbah yang dilaporkan secara digital.

Baca Juga: Belajar CPNS Mandiri atau Ikut Bimbel? Ini Perbandingan Kelebihan dan Kekurangannya agar Lolos Seleksi 2026

Komandan Sektor (Dansektor) 10 Satgas Citarum Harum, Kolonel Inf Setyo Ariyanto, mengatakan secara umum kondisi IPAL PT Asietex Sinar Indopratama masih beroperasi dengan baik. Selain itu, sistem SPARING juga diketahui aktif dan tetap mengirimkan data pemantauan secara normal.

Meski demikian, pihaknya menilai selisih angka pH antara hasil pengukuran manual dan sensor digital perlu segera ditindaklanjuti agar tidak menimbulkan kesalahan interpretasi terhadap kondisi lingkungan.

“Secara umum kondisi IPAL beroperasi dengan baik dan sistem SPARING dalam keadaan aktif serta mengirimkan data pemantauan secara normal. Namun demikian, selisih nilai pH yang cukup signifikan menunjukkan perlunya evaluasi terhadap akurasi alat ukur yang digunakan,” ujar Kolonel Inf Setyo Ariyanto.

Sebagai langkah tindak lanjut, Satgas Citarum Harum meminta manajemen perusahaan segera melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap sensor pH yang digunakan dalam sistem pemantauan digital.

Baca Juga: Ikut Jejak Raffi Ahmad Terjun ke Bisnis Sepak Bola, Nagita Slavina Resmi Bergabung dengan Manajemen Klub Persikad Depok

Selain melakukan kalibrasi ulang, perusahaan juga diminta meningkatkan perawatan peralatan secara berkala. Langkah tersebut meliputi pembersihan sensor dari kerak atau kotoran yang berpotensi memengaruhi pembacaan data.

Satgas juga mendorong pelaksanaan uji silang secara rutin antara hasil pengukuran manual dengan sistem digital guna memastikan data yang dihasilkan tetap akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

Tidak hanya itu, seluruh kegiatan perawatan dan kalibrasi alat diminta untuk dicatat secara rinci sebagai bagian dari dokumentasi dan bahan evaluasi dalam pengawasan berikutnya.

Pengawasan terhadap kualitas limbah industri menjadi salah satu fokus utama Satgas Citarum Harum dalam menjaga kualitas lingkungan di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum. Akurasi data pemantauan dinilai sangat penting untuk memastikan seluruh aktivitas industri berjalan sesuai standar lingkungan yang telah ditetapkan pemerintah.

Dengan adanya evaluasi dan perbaikan sensor tersebut, diharapkan sistem pemantauan kualitas limbah dapat bekerja lebih optimal sehingga mampu memberikan data yang akurat dan mendukung upaya perlindungan lingkungan secara berkelanjutan. ***